Bahlil sentil PT Vale soal Pangkas RKAB: Jangan Kasih Laporan Sembarang-Sembarang!
3 min read
Kolase. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam rapat kerja Komisi XII DPR dan logo PT Vale Indonesia. (Foto: Youtube/Parlemen TV/Istimewa)
Majesty.co.id, Makassar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menampik memangkas Rancangan Kerja dan Anggaran Biaya atau RKAB PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tahun 2026.
Bahlil menjelaskan soal RKAB PT Vale dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Dalam rapat itu, Anggota Komisi XII DPR Rokhmat Ardiyan meminta Bahlil agar tidak mengurangi kuota produksi dalam RKAB terhadap holding tambang MIND ID, termasuk PT Vale.
Bahlil mengaku pihaknya tidak pernah memotong kuota produksi PT Vale dalam RKAB. Menurut Ketua Umum Partai Golkar itu, perusahaan tersebut menyampaikan laporan yang tidak tepat kepada DPR.
“Soal Vale, tidak ada BUMN yang kita potong RKAB-nya. Cuma Vale saja, Vale itu bukan memotong, kita kasih tapi dia minta tambah,” tutur Bahlil dikutip dari tayangan YouTube Parlemen TV, Kamis (17/9/2026).
“Jadi tahap pertama kita sudah kasih, jangan dia kasih laporan sembarang-sembarang. Aku fair-fair saja kok. Kita udah kasih tapi dia minta tambah,” sambung Bahlil.
Menurutnya, pengurangan kuota produksi dalam RKAB disesuaikan dengan kinerja atau dalam bahasa Bahlil “amal perbuatan”.
“Tapi kita kasih tambah itu sesuai amal perbuatan. Kalau amal perbuatannya bagus, kita kasih bagus. Karena negara ini bukan mau-mau kita aja urus, harus semuanya equality treatment. Kira-kira begitu,” jelas Bahlil.
Meski begitu, Bahlil memahami jika entitas bisnis BUMN datang mengadu ke DPR ihwal RKAB. Tapi ia memastikan semua holding MIND ID mendapat jatah kuota produksi yang setara.
“PT BA [Bukit Asam] PT ANTAM, semuanya kita kasih, tidak ada yang tidak kita kasih. Tapi saya memahami sahabat saya dari Gerindra tadi, kayaknya mereka datang curhat kelihatannya yah? Kalau disuruh buat aturannya clear gak mau, mau curhatnya di sini [DPR, red],” tutur Bahlil.
PT Vale Indonesia belum dapat dimintai keterangan perihal “laporan sembarang” yang dimaksud Bahlil terkait pemangkasan RKAB 2026.
Head of Corporate Communication PT Vale Indonesia, Vanda Kusumaningrum belum menjawab permintaan wawancara Majesty.co.id hingga berita ini terbit.
Namun, Head of Strategy and Business Development PT Vale Indonesia, Mateus Sigit H mengatakan, pihaknya sudah mengajukan revisi RKAB 2026 kepada Kementerian ESDM.
Vale mengajukan revisi kuota produksi untuk proyek blok Pomalaa di Sulawesi Tenggara dan blok Bahodopi di Sulawesi Tengah.
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.
