Tatap Musda REI Sulsel, Rezza Said Konsolidasi Stakeholder ke BPN Gowa
3 min read
Kandidat Ketua DPD REI Sulsel, Rezza Pratama Said (kiri) dan Kepala BPN Gowa, Aksara Alif Raja. (Foto: Istimewa/HO)
Majesty.co.id, Gowa — Peta persaingan menuju kursi Ketua Realestate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan semakin dinamis. Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) REI Sulsel, Rezza Pratama Said terus melakukan konsolidasi dengan sejumlah stakeholder di sektor properti.
Salah satunya melalui pertemuan dengan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Gowa, Aksara Alif Raja, Kamis (10/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas pentingnya komunikasi antara pelaku industri properti dan Badan Pertanahan Nasional (BPN), khususnya dalam mendukung kepastian legalitas dan percepatan layanan pertanahan.
Aksara mengapresiasi gagasan yang disampaikan Rezza terkait upaya membangun komunikasi yang lebih efektif antara stakeholder properti dan BPN.
“Misi kerja Saudara Rezza sangat tajam dan tepat sasaran. Dia paham betul apa yang dibutuhkan developer saat ini. Visi Rezza untuk menjembatani dan mempermudah komunikasi stakeholder dengan BPN sangat selaras dengan semangat percepatan layanan kami,” ujar Aksara dalam keterangannya, Minggu (13/9/2026).
Rezza: REI Harus Jadi Jembatan
Rezza mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari konsolidasi gagasan menjelang Musda REI Sulsel.
Menurutnya, REI ke depan harus mampu menjadi jembatan komunikasi antara anggota, pemerintah, dan stakeholder terkait sehingga berbagai persoalan yang dihadapi pengembang dapat ditangani secara lebih efektif.
“Ini bagian dari konsolidasi gagasan. Kami ingin memastikan REI ke depan benar-benar menjadi jembatan komunikasi antara anggota, pemerintah, dan seluruh stakeholder,” kata Rezza.
Ia menilai kepastian legalitas dan pertanahan menjadi salah satu aspek penting bagi keberlangsungan bisnis properti.
Karena itu, menurut Rezza, komunikasi dengan stakeholder terkait perlu diperkuat agar anggota REI dapat lebih mudah memahami sekaligus mengantisipasi persoalan pertanahan dan administrasi.
“Urat nadi developer salah satunya ada pada kepastian legalitas dan pertanahan. Maka komunikasi yang baik dengan stakeholder terkait harus terus diperkuat,” ujarnya.
Rezza Tawarkan Solusi, Bukan Sekadar Retorika
Rezza menegaskan dirinya ingin membawa gagasan yang dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata jika mendapat amanah memimpin REI Sulsel.
Ia menilai organisasi membutuhkan kepemimpinan yang mampu membuka ruang komunikasi, mempercepat penyelesaian persoalan anggota, serta membangun hubungan kelembagaan yang produktif dengan pemerintah.
“Yang dibutuhkan anggota adalah solusi. Bukan sekadar retorika. Karena itu, kita harus membangun sistem komunikasi dan kolaborasi yang bisa benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.
Pertemuan dengan Kepala Kantor Pertanahan Gowa menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi Rezza menjelang pemilihan Ketua REI Sulsel.
Dengan membawa gagasan kolaborasi dan percepatan layanan, Rezza mulai memperkuat komunikasi dengan berbagai stakeholder yang berkaitan langsung dengan aktivitas industri properti.
Kontestasi menuju kursi Ketua REI Sulsel pun semakin dinamis, dengan gagasan dan kemampuan menghadirkan solusi konkret bagi pengembang menjadi salah satu isu yang mengemuka menjelang Musda.
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.
