12/09/2026

Majesty.co.id

News and Value

Satgas Klaim BBM di Sulsel Tidak Langka, Ungkap 2 Usulan Tekan Antrean SPBU

3 min read
Ketua Satgas BBM Sulsel Jufri Rahman, mengungkap adanya perbedaan informasi terkait pasokan BBM antara SPBU dan Pertamina.
Pengemudi ojek online menunggu pengisian BBM di SPBU Pertamina, Jalan Aroepala, Kota Makassar, Kamis (10/9/2026). (Foto: Majesty.co.id/Arya)

Majesty.co.id, Makassar — Satuan Tugas (Satgas) Bahan Bakar Minyak (BBM) Sulawesi Selatan mulai mengambil langkah untuk menekan antrean kendaraan di sejumlah SPBU.

Ketua Satgas BBM Sulsel sekaligus Sekretaris Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, mengungkap adanya perbedaan informasi antara kondisi di lapangan dan keterangan Pertamina Patra Niaga terkait pasokan BBM.

Menurut Jufri, hasil pengecekan Satgas di sejumlah SPBU menunjukkan pengelola mengaku mendapat pasokan terbatas. Sementara itu, Pertamina menyebut pasokan BBM yang disalurkan telah melebihi kuota.

“Kita turun ke lapangan (SPBU), semua mengatakan terbatas pasokan. Kita ke Pertamina, Pertamina bilang, kita sudah men-supply melebihi dari kuota,” kata Jufri Rahman kepada Majesty.co.id di kantor sementara DPRD Sulsel, Kota Makassar, Jumat (11/9/2026).

Meski demikian, Jufri mengeklaim kondisi tersebut bukan berarti Sulsel mengalami kelangkaan BBM.

Kata Jufri, persoalan yang terjadi berkaitan dengan distribusi dan ketersediaan stok di masing-masing SPBU Pertamina.

“Sebenarnya BBM ini tidak langka, cuma kita satgas ini turun ke lapangan mencermati maka, satgas itu mengambil kebijakan mulai sekarang itu, membatasi,” katanya.

Antrean Diatur Sesuai Stok SPBU


Salah satu usulan yang kini dipertimbangkan Satgas adalah mengatur jumlah kendaraan yang diperbolehkan masuk antrean berdasarkan kapasitas stok BBM yang tersedia di SPBU.

Jufri mencontohkan, jika setiap kendaraan dibatasi maksimal mengisi 100 liter dan stok BBM yang tersedia di SPBU hanya 5 ribu liter, maka hanya 50 kendaraan yang dapat mengambil nomor antrean.

“Umpamanya, maksimal setiap kendaraan hanya bisa mengisi maksimal 100 liter, umpanya. Sementara yang tersedia di pom bensin tinggal 5 ribu liter. Berarti cuma 50 kendaraan yang boleh mengambil antrian. Itu usulan ke Satgas,” jelasnya.

Menurut Jufri, mekanisme tersebut diharapkan dapat mencegah masyarakat mengantre terlalu lama ketika stok BBM di SPBU tidak mencukupi.

Selain pembatasan antrean, Satgas juga mendorong Pertamina Patra Niaga mempercepat pengiriman ketika stok di SPBU mulai menipis.

Jufri mengatakan kebutuhan SPBU seharusnya segera direspons tanpa menunggu persoalan antrean semakin panjang.

“Umpamanya di sini stok SPBU Pettarani sudah mulai menipis, maka segera disampaikan untuk pertamina suplai. Jangan dulu bicara soal kuota, begitu dibutuhkan langsung kirim. Misalnya didekatnya juga kekurangan, langsung saja disuplai supaya antrian ini terpecah,” ujarnya.

Ia menekankan Pertamina perlu bergerak cepat merespons kondisi stok di lapangan.

“Pertaminan harus seperti itu (Gercep),” tegasnya.

Temukan Empat Nozzle Dilayani Satu Petugas


Satgas juga menemukan persoalan lain di lapangan, yakni penggunaan nozzle yang belum optimal.

Jufri menyebut terdapat SPBU yang memiliki empat nozzle, tetapi hanya satu petugas yang melayani. Kondisi tersebut membuat tiga nozzle lainnya tidak digunakan secara maksimal.

“Bahkan ada kemarin ditemukan Satgas, 4 nozzle-nya satuji petugas. Berarti tiga nozzle tidak difungsikan,” katanya.

Karena itu, Jufri mengaku telah meminta General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Dedy, agar seluruh fasilitas nozzle yang tersedia dapat dioptimalkan.

“Makanya saya sudah sampaikan kepada GM Pertamina Patra Niaga Sulawesi Pak Dedy, harus memanfaatkan semua nozzle yang tersedia,” ujarnya.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.