04/09/2026

Majesty.co.id

News and Value

Dugaan Keracunan MBG di Toraja Berasal dari Satu Dapur, Korbannya 136 Siswa

2 min read
Berdasarkan investigasi awal Dinas Kesehatan Tana Toraja, kedua sekolah menerima kiriman paket MBG dari satu dapur yang sama.
Tangkapan layar. Siswa dilarikan ke rumah sakit diduga keracunan MBG di Tana Toraja. (Foto: Instagram/kareba_toraja)

Majesty.co.id, Tana Toraja — Ratusan siswa pada dua SMP di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, diduga keracunan usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja, Yosefina, mengungkapkan ratusan korban keracunan MBG berasal dari SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale. Jumlahnya 136 siswa.

Para siswa disebut mengonsumsi MBG pada Rabu (2/9/2026), namun efeknya baru terasa pada Kamis (3/9/2026).

“Data sementara update pukul 13.30 WITA, di RS Fatima sebanyak 25 orang, RS Sinar Kasih 41 orang, dan RSUD Lakipadada mencapai 70 orang,” terang Yosefina saat dikonfirmasi wartawan dari Makassar, Kamis (3/9/2026).

Berasal dari Dapur yang Sama


Berdasarkan investigasi awal Dinas Kesehatan Tana Toraja, kedua sekolah menerima kiriman paket MBG dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batupapan 1 pada Rabu (2/9/2026) siang.

Menu MBG tersebut berisi nasi, ayam masak kuning, tempe goreng tepung, tumis sayur (labu siam, wortel, jagung), perkedel, serta buah melon.

Kendati sampel makanan telah diamankan untuk uji laboratorium, pihak Dinkes belum menyimpulkan penyebab pasti terjadinya gangguan kesehatan massal tersebut.

“Penyebab maupun gejala keracunan pada kedua sekolah tersebut belum bisa dipastikan, masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” tambah Yosefina.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Makale, Yohanis Pakading, membeberkan kronologi insiden tersebut.

Keluhan kesehatan berupa mual dan diare hebat mulai dirasakan para siswa pada Kamis pagi saat tiba di sekolah hingga memicu antrean panjang di fasilitas toilet.

“Pagi-pagi saat kami jemput sudah ada yang mengeluh. Karena terjadi secara massal dan siswa mulai antre di WC, kami ambil tindakan cepat. Ada yang langsung dilarikan ke rumah sakit karena sempat pingsan,” ungkap Yohanis.

Yohanis menjelaskan, paket MBG tiba di sekolah pada Rabu sekitar pukul 11.00 WITA dan dikonsumsi siswa jam 12.00 WITA.

Sebelum dibagikan, petugas Person in Charge (PIC) sekolah telah melakukan pemeriksaan fisik dan aroma makanan secara prosedural.

Guna mengantisipasi bertambahnya korban, pihak sekolah mengambil kebijakan untuk meliburkan dan memulangkan seluruh siswa yang tidak bergejala.

Saat ini, tim medis bersama instansi terkait masih terus mendata dan memantau perkembangan kondisi para siswa.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.