22/08/2026

Majesty.co.id

News and Value

Warga Protes Keamanan dan Fasilitas Air di Royal Sentraland BTP Maros

4 min read
Warga Royal Sentraland BTP Maros telah menghadapi berbagai persoalan lingkungan perumahan selama bertahun-tahun, termasuk kasus pencurian yang terjadi sejak 2020.
Perumahan Royal Sentraland BTP di Moncongloe, Kabupaten Maros. (Foto: Instagram/royalsentralandofficial)

Majesty.co.id, Maros – Persoalan keamanan hingga fasilitas air bersih kembali menjadi sorotan warga Perumahan Royal Sentraland BTP, Jalan Poros Pammanjengan, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Warga menilai sejumlah persoalan di perumahan komersil tersebut belum diatasi secara tuntas oleh manajemen Royal Sentraland BTP Maros.

Keluhan yang disampaikan mencakup keamanan, kualitas dan ketersediaan air, kebersihan, fasilitas umum, infrastruktur, hingga komunikasi dengan pihak pengelola.

Salah satu warga Royal Sentraland BTP Maros, inisial MF mengatakan, masalah tersebut bukan baru terjadi.

Menurutnya, warga Royal Sentraland BTP Maros telah menghadapi berbagai persoalan selama bertahun-tahun, termasuk kasus pencurian yang terjadi sejak 2020.

“Sejak 2020 sampai sekarang ada beberapa kejadian pencurian. Kami melihat belum ada pembenahan keamanan yang benar-benar memberikan rasa aman kepada warga,” kata MF, Jumat (21/8/2026) dalam petisi yang diterima Majesty.

MF menilai kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi penghuni, terlebih lingkungan perumahan juga menjadi tempat anak-anak beraktivitas. “Kami ingin ada tindakan nyata dari pengelola,” ujarnya.

Karena itu, warga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan.

Warga juga meminta penambahan pos keamanan di kawasan Ruko Piccadilly. Sistem pengamanan di pintu masuk dinilai perlu diperkuat melalui penerapan kartu akses serta pemisahan jalur kendaraan penghuni dan tamu.

Selain itu, pemasangan CCTV di setiap sudut dan lorong yang terhubung dengan pos induk juga menjadi tuntutan warga. Akses kendaraan pekerja dan tukang juga diminta lebih diperketat.

Menurut warga, pembenahan keamanan tidak hanya berkaitan dengan jumlah personel. Mereka juga meminta adanya sosialisasi SOP pengamanan dan konsistensi petugas agar penghuni lebih mudah dikenali.

“Security juga harus mengenal warga. Kalau personelnya sering berganti, tentu sulit untuk mengenali siapa penghuni dan siapa yang bukan,” ucap MF.

Keluhan warga kemudian meluas pada kondisi fasilitas umum dan infrastruktur. Mereka meminta perbaikan lampu penerangan, gorong-gorong, kabel yang belum tertata, fasum lama serta perluasan jangkauan petugas kebersihan hingga ke lorong belakang.

Buruknya Kualitas Air


Bukan cuma keamanan, warga juga  memprotes buruknya kualitas air di perumahan milik PT Perumnas dan PT Cahaya Subur Lestari itu.

Mereka meminta pengelola melakukan pemeriksaan kualitas air secara berkala melalui laboratorium dengan parameter biologi, kimia dan fisika sesuai standar.

Warga juga menginginkan adanya fasilitas pengujian laboratorium secara mandiri sehingga kualitas air yang digunakan penghuni dapat diketahui secara transparan.

Seiring bertambahnya jumlah penghuni, warga menilai kapasitas produksi pengolahan air juga perlu ditingkatkan.

Hal itu dinilai penting untuk menjaga ketersediaan, tekanan serta kualitas air yang digunakan dalam kebutuhan sehari-hari.

“Air ini kebutuhan dasar. Kami berharap kualitasnya benar-benar diperhatikan dan ada transparansi melalui uji laboratorium secara berkala,” tuturnya.

MF mengatakan berbagai persoalan tersebut telah berulang kali disampaikan kepada pihak pengelola, baik melalui komunikasi maupun aksi penyampaian aspirasi.

Namun, warga menilai penyampaian keluhan perlu diikuti langkah konkret. Mereka juga berharap komunikasi antara penghuni dan BSA Land selaku pengelola dapat dilakukan secara lebih terbuka.

“Kami sudah menyampaikan keluhan dan melakukan berbagai upaya agar persoalan ini mendapat perhatian. Kami berharap BSA Land tidak hanya menerima keluhan, tetapi benar-benar mengambil tindakan nyata,” katanya.

Warga berharap persoalan keamanan, air, fasilitas dan infrastruktur tersebut dapat segera ditangani. Menurut mereka, kondisi lingkungan hunian yang aman, nyaman dan layak tidak hanya berkaitan dengan kualitas hidup, tetapi juga nilai investasi rumah yang telah dimiliki penghuni.

“Harapan kami sederhana, kami ingin tinggal di lingkungan yang aman, nyaman, airnya layak, fasilitasnya terawat dan pengelolanya komunikatif. Kami berharap suara warga benar-benar didengar,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Estate Management Royal Sentraland, Adi, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi.


Penulis: Anca/Str

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.