15/08/2026

Majesty.co.id

News and Value

PJT I Dipercaya Kelola Wilayah Sungai Pompengan Larona dan Saddang di Sulsel

2 min read
Penambahan wilayah kerja PJT I ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2026.
Bendungan Baliase di Luwu Utara sebagai salah satu wilayah sungai Pompengan Larona dan Saddang, Sulsel, yang dikelola Perum Jasa Tirta. (Foto: Istimewa/HO)

Majesty.co.id, Makassar — Perum Jasa Tirta I (PJT I) memperkuat perannya dalam pengelolaan sumber daya air (SDA) di Sulawesi Selatan melalui penugasan di Wilayah Sungai (WS) Pompengan Larona dan Saddang.

Penambahan wilayah kerja PJT I ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2026.

Sebagai langkah awal, PJT I bersama Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum menggelar sosialisasi Keppres tersebut pada 23 Juni 2026.

Kegiatan ini bertujuan memperkenal tugas PJT I sekaligus membangun koordinasi dengan BBWS Pompengan Jeneberang, pemerintah daerah, pengguna SDA, dan masyarakat setempat.

Kepala Divisi Jasa ASA WS Pompengan Larona dan Saddang PJT I, Indra, mengungkapkan bahwa kedua wilayah sungai tersebut memiliki karakteristik yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan pengelolaan khusus.

“Dua wilayah sungai di Sulawesi Selatan ini memiliki karakter yang sangat berbeda. Pola hujannya juga berbeda, sehingga pendekatan pengelolaannya perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah. Karena itu, kami akan memperkuat koordinasi dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pengelolaan sumber daya air dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Indra dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026).

Jaga Ketahanan Pangan dan Atasi Isu Lingkungan


Pengaturan alokasi air menjadi isu strategis di Sulawesi Selatan, terutama saat menghadapi fenomena El Nino, mengingat peran vital provinsi ini sebagai lumbung beras nasional.

Selain ketersediaan air, PJT I memfokuskan perhatian pada penanganan sedimentasi serta perlindungan ekosistem sungai dan kawasan tangkapan air hulu.
Pengelolaan akan menerapkan lima pilar utama SDA yaitu Konservasi, Pendayagunaan dan Pengendalian daya rusak air.

Kemudian, pengembangan sistem informasi SDA serta Pemberdayaan serta peran masyarakat.

Pada tahap awal, PJT I menyiapkan studi pengelolaan SDA, rencana mitigasi banjir, serta rehabilitasi dan konservasi lahan.

PJT I juga akan mengimplementasikan Smart Water Management System (SWMS) untuk mendukung pengelolaan berbasis teknologi di kedua wilayah sungai tersebut.

Selain itu, PJT I terus mendorong pengguna SDA untuk memenuhi ketentuan perizinan yang berlaku melalui sinergi bersama pemangku kepentingan.

Berbekal pengalaman selama 36 tahun, kehadiran PJT I di Sulsel diharapkan mampu mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan, air, dan energi nasional.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.