Wali Kota Makassar minta Orang Tua Jangan Paksa Anaknya Jadi Dewasa
3 min read
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (kiri) bersama Ketua PKK Melinda Aksa pada peringatan Hari Anak Nasional 2026. (Foto: Diskominfo Makassar)
Majesty.co.id, Makassar – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memastikan setiap anak tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan mendukung perkembangan mereka.
Komitmen tersebut disampaikan Munafri saat membuka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tingkat Kota Makassar di Hotel Aston Makassar, Minggu (2/8/2026).
Munafri menekankan bahwa perlindungan dan pemenuhan hak anak bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), melainkan seluruh perangkat daerah dan elemen masyarakat.
“Ini memang tanggung jawab yang harus kita selesaikan secara bersama-sama, bukan hanya di satu Dinas DP3A, tapi seluruh stakeholder harus tumbuh dan bersama untuk membenahi penjagaan terhadap anak-anak kita,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.
Menurut Munafri, keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan anak.
Oleh karena itu, pemerintah, keluarga, sekolah, dan lingkungan harus berkolaborasi memberikan perlindungan yang optimal.
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi anak-anak di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi membawa banyak manfaat, namun juga dapat memberikan dampak negatif apabila tidak disertai pengawasan yang baik.
“Maka yang perlu kita perhatikan, teknologi tidak hanya memberikan akses kemudahan kepada anak-anak, tetapi teknologi juga bisa memberikan dampak atau pengaruh buruk terhadap anak-anak kita,” katanya.
Karena itu, Munafri meminta para orang tua dan seluruh pihak yang berinteraksi dengan anak untuk memperkuat pengawasan sekaligus menyediakan ruang interaksi yang sehat bagi anak-anak.
“Anak-anak kita harus tumbuh dan mempunyai ruang-ruang interaksi yang cukup di kota ini, sehingga kota ini bisa menjadi kota yang ramah anak,” tuturnya.
Munafri menegaskan anak tidak boleh dipaksa menjadi dewasa sebelum waktunya. Mereka harus diberikan kesempatan bermain, belajar, berinteraksi, dan berkembang sesuai dengan tahapan usianya.
“Anak-anak tidak bisa dipaksakan oleh keadaan untuk bisa lebih dewasa daripada umurnya. Anak-anak harus dibawa, dibimbing sesuai dengan bagaimana usia mereka bertumbuh,” jelasnya.
Pada peringatan HAN 2026 yang mengusung subtema “Menelusuri Jejak La Galigo, Belajar, Berkarya, dan Bertumbuh Bersama”, Munafri juga mengajak seluruh pihak memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda.
Menurutnya, kecerdasan harus berjalan seiring dengan pembentukan akhlak, moral, dan pemahaman terhadap budaya daerah.
“Kita tidak butuh anak-anak yang hanya tumbuh secara cerdas, tapi anak-anak tumbuh yang mempunyai akhlak yang baik, punya moralitas, mengerti akan budaya, dan tahu tentang konten lokal-konten yang ada di daerah kita,” ujarnya.
Ia mengatakan Pemkot Makassar terus mendorong penguatan muatan budaya lokal dalam pendidikan dasar.
Selain itu, sekolah juga diharapkan menjadi ruang yang lebih luas bagi anak untuk belajar, bermain, dan berinteraksi setelah jam pelajaran berakhir.
“Biarkanlah pelajarannya selesai sampai jam 10, tapi mereka bisa bermain di sekolah untuk mengikuti kakak-kakak kelasnya sampai pulang sekolah,” katanya.
Di akhir sambutannya, Munafri mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat sinergi dalam pemenuhan hak anak, pengembangan sekolah ramah anak, perlindungan dari kekerasan, peningkatan kualitas pengasuhan keluarga, serta penyediaan ruang partisipasi bagi anak di Kota Makassar.
