31/07/2026

Majesty.co.id

News and Value

Cicu serap Aspirasi Warga Pasar Terong Makassar, Soroti Drainase

3 min read
Selain persoalan drainase, tokoh masyarakat Pasar Terong, Nawali Jafar, menyoroti kondisi Kanal Panampu.
Reses Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi alias Cicu di kawasan Pasar Terong Makassar. (Foto: Istimewa/HO)

Majesty.co.id, Makassar – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi alias Cicu menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar reses Masa Persidangan III di kawasan Pasar Terong, Jalan Kubis Nomor 68, Kelurahan Tompobalang, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Tompobalang Dharmawangsyah, para ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta lebih dari 200 warga yang memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai persoalan di lingkungan mereka.

Dalam dialog bersama warga, Dharmawangsyah mengungkapkan bahwa persoalan sampah dan drainase masih menjadi keluhan utama masyarakat.

Menurutnya, kawasan tersebut kerap tergenang meski hujan turun dengan intensitas rendah.

“Persoalan utama kami adalah sampah dan drainase. Sedikit saja hujan, kawasan ini langsung tergenang. Kami juga terus mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dan membudayakan gotong royong,” ujarnya.

Dharmawangsyah juga mengapresiasi kehadiran Ketua DPRD Sulsel yang turun langsung mendengarkan aspirasi masyarakat.

“Terima kasih atas perhatian ibu dewan. Bahkan malam hari pun masih menyempatkan diri turun menemui warga,” katanya.

Selain persoalan drainase, tokoh masyarakat Pasar Terong, Nawali Jafar, menyoroti kondisi Kanal Panampu yang dinilai membahayakan warga karena belum dilengkapi pagar pembatas.

Menurutnya, kanal yang berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang tersebut telah beberapa kali memicu kecelakaan.

“Kanal ini sampai hari ini belum ditangani, padahal sudah beberapa kali memakan korban. Baru-baru ini sebuah mobil boks hilang kendali dan terjun ke dalam kanal karena tidak ada pagar pembatas,” ungkap Nawali.

Ia menjelaskan, kanal sepanjang sekitar 300 meter itu setiap hari dilalui masyarakat. Namun hingga kini belum tersedia pagar pengaman yang memadai.

“Kami khawatir akan kembali terjadi korban jiwa. Persoalan ini sudah berkali-kali kami sampaikan kepada pemerintah, tetapi sampai sekarang belum ada respons,” ujarnya.

Nawali juga menyoroti persoalan sampah yang dinilai semakin kompleks karena bercampurnya sampah rumah tangga warga dengan sampah yang berasal dari aktivitas pedagang Pasar Terong.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Cicu menegaskan akan mengoordinasikan persoalan Kanal Panampu dengan instansi yang berwenang, meski kewenangannya berada di pemerintah pusat.

“Kanal tersebut merupakan kewenangan BBWS Pompengan Jeneberang. Namun sebagai wakil masyarakat, Insyaallah saya akan berkoordinasi dengan BBWS. Walaupun bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah, persoalan ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” kata Cicu.

Terkait persoalan drainase dan sampah, Cicu meminta pemerintah kelurahan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar agar penanganannya dapat segera dilakukan.

“Saya berharap pemerintah kelurahan terus berkoordinasi dengan Pemkot Makassar agar persoalan drainase dan sampah segera ditangani. Di sisi lain, masyarakat juga harus terus menjaga kebersihan lingkungan sehingga kawasan ini tetap bersih, sehat, dan nyaman,” tutupnya.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.