Di SDN 70 Parepare, Mahasiswa KKNT Unhas Edukasi tentang Adaptasi Perubahan Iklim
3 min read
Mahasiswa KKNT 116 Perubahan Iklim Unhas mengedukasi siswa SD Negeri 70 Parepare tentang adaptasi perubahan iklim melalui kegiatan pemetaan partisipatif (Climate Mapping). (Istimewa/HO)
Majesty.co.id, Parepare – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) angkatan 116 Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar edukasi adaptasi perubahan iklim.
Edukasi ini menyasar siswa Sekolah Dasar Negeri 70 Parepare, Soreang, Kota Parepare, Senin (27/7/2026). Mahasiswa KKNT Unhas mengajari anak-anak melalui metode pemetaan partisipatif.
Kegiatan tersebut merupakan program kerja individu yang dirancang dan dilaksanakan oleh Nofriyen Destini. Ia adalah mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Unhas.
Nofriyen mengatakan, edukasi menyasar siswa kelas 5 SD sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran sejak dini mengenai perubahan iklim.
Ini termasuk edukasi kondisi lingkungan sekitar, serta pentingnya peran masyarakat dalam beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim.
“Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang perubahan iklim sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini,” kata Nofriyen dalam keterangan tertulis.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Climate Mapping, yakni metode pembelajaran yang melibatkan peserta secara aktif untuk mengidentifikasi kondisi lingkungan melalui media peta.
Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan, kemudian dilanjutkan penyampaian materi mengenai pengertian perubahan iklim, penyebab.
Kemudian, Nofriyen menjelaskan dampak yang dirasakan masyarakat, hingga langkah-langkah adaptasi dan mitigasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana serta didukung gambar, contoh nyata, dan sesi tanya jawab agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Siswa Petakan Kondisi Lingkungan
Setelah menerima materi, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan pemetaan partisipatif terhadap lingkungan Kelurahan Bukit Indah.
Mereka mengamati peta wilayah dan menandai sejumlah kondisi lingkungan, seperti titik genangan air, lokasi penumpukan sampah, area hijau, kawasan yang terasa panas, saluran drainase, hingga lokasi yang berpotensi menjadi daerah resapan air.

Hasil pemetaan kemudian dipresentasikan oleh masing-masing kelompok dan didiskusikan bersama untuk menemukan solusi sederhana yang dapat diterapkan siswa maupun masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme tinggi.
Mereka aktif bertanya, berdiskusi, serta mampu mengaitkan materi yang disampaikan dengan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.
“Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah, menghemat penggunaan air, serta mendukung penghijauan sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan iklim,” jelas Nofriyrn.
Selain meningkatkan pengetahuan dan kepedulian lingkungan, hasil pemetaan partisipatif juga diharapkan menjadi informasi awal mengenai persepsi masyarakat terhadap kondisi lingkungan di Kelurahan Bukit Indah.
Data tersebut dapat mendukung upaya membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi perubahan iklim melalui edukasi sejak usia dini.
