25/07/2026

Majesty.co.id

News and Value

Gerindra Hormati Proses Hukum Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf

2 min read
Gerindra belum bisa mengambil sikap sebelum mendengar keterangan dari Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong.
Ilustrasi Partai Gerindra dan Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong. (Foto: Majesty.co.id/Arya/Ist)

Majesty.co.id, Makassar – Partai Gerindra menghormati proses hukum terkait dugaan penganiayaan yang menyeret kadernya yaitu Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, terhadap seorang staf Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan DPRD Bone.

Advertisement
Banner Bapenda Makassar

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Gerindra Sulawesi Selatan, Harmansyah, mengatakan pihaknya belum menerima penjelasan langsung dari Andi Tenri terkait dugaan penganiayaan yang terjadi di kantin DPRD Bone.

Menurutnya, Gerindra belum bisa mengambil sikap sebelum mendengar keterangan dari Andi Tenri Walinonong.

Advertisement
Banner DPRD Sulsel

“Kita juga lagi mau mendengarkan penjelasannya dari ibu ketua DPR karena kan ini sifatnya kita baru melihat dari penjelasan yang viral ini. Jadi kita harus mendengarkan penjelasan kedua belah pihak dulu,” kata Harmansyah saat dihubungi wartawan di Makassar, Sabtu (25/7/2026).

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Harmansyah menegaskan, semua pihak harus mengedepankan asas praduga tak bersalah. Ia menilai informasi yang beredar sejauh ini masih berasal dari keterangan pelapor, Yuli Nofitasari.

“Jadi tentu kita mau ini dulu dengar, kita kan tidak bisa men-justice orang kalau cuma mendengar satu sumber. Kita harus mendengarkan dua sisi dulu seperti apa, kronologinya seperti apa dan lain sebagainya,” ujarnya.

Ia mengaku telah memperoleh penjelasan awal dari pihak Andi Tenri melalui komunikasi via telepon. Namun, menurutnya, keterangan tersebut berbeda dengan kronologi yang disampaikan pelapor.

“Kita sudah dengar kronologisnya tapi tidak se-ekstrem apa yang disampaikan oleh korban [di media] yang kita dengarkan,” jelasnya.

Karena itu, Gerindra berencana memanggil Andi Tenri ke Makassar untuk memberikan klarifikasi secara langsung.

Selain itu, Harmansyah memastikan partainya akan menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menunggu hasil penyelidikan aparat penegak hukum.

“Karena kan begini, artinya kan hal-hal yang sifatnya mengarah ke pidana dan lain sebagainya kan ada proses hukum yang harus berjalan. Tentu selain meminta pendapat dari pihak Ibu Ketua, kita juga pasti akan tetap menunggu dari hasil pelaporan itu seperti apa,” katanya.

Sebelumnya, Tenri Walinonong diduga menganiaya staf PPPK Yuli Nofitasari gegara kue untuk tamu.

Yuli mengaku dilempari kue dari wadah Bosara oleh Tenri di kantin DPRD Bone pada Rabu (22/7/2026). Yuli yang merasa dianiaya telah melapor ke Polres Bone.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.