Basarnas Tutup Operasi SAR KM Nurul Salsa, 14 Korban belum Ditemukan
3 min read
Kapal Motor Nurul Salsa sebelum hilang di perairan barat Pulau Polasi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. (Foto: Istimewa/HO)
Majesty.co.id, Selayar – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) berencana menutup operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polasi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (24/7/2026). Hingga hari ke-10 pencarian, sebanyak 14 korban masih dinyatakan hilang.
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan penghentian operasi pencarian penumpang KM Nurul Salsa dilakukan sesuai prosedur setelah masa pencarian selama tujuh hari ditambah perpanjangan tiga hari.
“Untuk penutupannya direncanakan sore hari ini, penutupan sementara. Karena operasi SAR sesuai dengan SOP atau Surat Edaran Nomor 5 Kabasarnas, itu batas pencarian tujuh hari. Namun kemarin ada perpanjangan (tiga hari), karena adanya evaluasi tim di lapangan,” ujar Arif di Kantor Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Makassar.
Meski demikian, keputusan penutupan akan dipastikan setelah evaluasi terakhir yang digelar pada hari ke-10 operasi.
“Sore hari ini, kita akan melaksanakan evaluasi kedua terkait dengan perpanjangan atau tidak. Namun instruksi dari pimpinan pusat hari ke-10 ditutup sementara,” katanya.
Arif menegaskan, penutupan operasi SAR bukan berarti pencarian korban berhenti sepenuhnya.
Apabila masyarakat menemukan korban di kemudian hari, Basarnas akan kembali membuka operasi untuk melakukan evakuasi sebelum jenazah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel.
Selama operasi berlangsung, Tim SAR Gabungan memfokuskan pencarian di sejumlah pulau tak berpenghuni, termasuk Pulau Sabalana, Pulau Sanana, dan Pulau Mattalang, lokasi ditemukannya korban terakhir.
Menurut Arif, terdapat sekitar 20 pulau kecil yang tidak berpenghuni di sekitar lokasi pencarian.
Tim juga terus berkoordinasi dengan nelayan di wilayah Pangkep dan Selayar untuk memperoleh informasi apabila menemukan korban.
“Kami berharap di pulau-pulau tak berpenghuni ini mereka ada di sana (terdampar), apabila ada (ditemukan) kami langsung melaksanakan evakuasi,” ujarnya.
Arif mengungkapkan, tujuh korban yang berhasil selamat sebelumnya berasal dari satu rakit yang semula ditumpangi 19 orang. Namun, para korban kemudian membagi diri ke dalam empat rakit sehingga terpisah saat hanyut di laut.
Dari empat rakit tersebut, seluruh penumpang di rakit pertama yang berjumlah lima orang berhasil selamat.
Sementara di rakit kedua yang juga berisi lima orang, hanya dua orang yang selamat, sedangkan tiga lainnya masih hilang. Adapun korban di rakit ketiga dan keempat terpisah dari rombongan lainnya.
Berdasarkan hasil verifikasi bersama kepolisian dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, jumlah penumpang KM Nurul Salsa dipastikan sebanyak 76 orang, bukan 78 orang seperti data awal.
Dari total tersebut, 58 orang berhasil diselamatkan, empat orang ditemukan meninggal dunia, dan 14 korban lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.
KM Nurul Salsa tenggelam di perairan barat Pulau Polasi, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada 15 Juli 2026. Penyebab tenggelamnya kapal masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
