Ketua DPRD Bone Bantah Aniaya Staf, Ngaku Cuma Kasih Makan Kue-Pukul Meja
4 min read
Kolase. Ketua DPRD Kabupaten Bone Andi Tenri Walinonong dan staf Yuli Novitasari usai diduga dianiaya dengan dilempari kue. (Foto: Humas Pemkab Bone/Istimewa)
Majesty.co.id, Bone – Ketua DPRD Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Andi Tenri Walinonong menampik menganiaya seorang staf dengan melempari kue hingga botol sambal.
Staf DPRD Bone yang diduga dianiaya oleh Andi Tenri gegara kue merupakan PPPK paruh waktu. Namanya Yuli Novitasari.
Yuli telah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polres Bone. Ia mengaku dilempar wadah kue atau Bosara di kantin DPRD Bone pada Rabu (22/7/2026).
Legislator Bone Fraksi Partai Gerindra itu mengaku tidak melempari Yuli memakai bosara berisi kue, apalagi dengan botol sambal.
“Saya tidak pernah melempari bosara yang berisi kue ke wajah Yuli apalagi menyiram air hingga melempar pakai botol, itu fitnah besar,” kata Andi Tenri dikutip dari pemberitaan Batarapos, Kamis (23/7/2026).
Majesty.co.id belum dapat mengonfirmasi Andi Tenri Walinonong secara independen. Permintaan wawancara melalui WhatsApp belum dijawab.
Kronologi Versi Ketua DPRD Bone
Andi Tenri menjelaskan, sebelum kejadian DPRD Bone menerima kunjungan kerja Komandan Batalyon Kavaleri. Saat itu dirinya sedang berada di luar kantor sehingga meminta Kepala Bagian (Kabag) DPRD melayani tamu tersebut.
“Saat itu saya sedang berada di luar kantor, jadi saya utus Pak Kabag untuk melayani tamu dulu. Pas saya sampai di kantor rupanya tamu sudah pergi dan saya langsung ke kantin bersama Pak Sekwan,” ujarnya.
Menurut Andi Tenri, saat berada di kantin ia melihat kepala bagian atau kabag DPRD Bone datang membawa sepotong kue dari ruang lounge.
Ia mengaku sempat bercanda dengan kabag mengenai kue tersebut.
“Saya bilang ke Pak Kabag, teganya makan kue sendiri. Pak Kabag bilang ke saya, ‘mauki juga? Masih ada di ruangan sisa jamuan tamu tadi’,” katanya.
Percakapan itu kemudian didengar seorang staf bernama Wahyu yang langsung menghubungi petugas lounge agar sisa kue dibawa ke kantin untuk disantap bersama.
“Di bawah mi ini kue sama Anti. Selang sekitar dua jam saya duduk di kantin sambil makan kue, Anti melapor ke Bu Sindo katanya Yuli pertanyakan itu kue, karena kebetulan saat itu masih ada tamu yang mau datang dari Sidrap,” lanjutnya.
Andi Tenri mengatakan, Yuli diduga marah karena sisa kue yang semula dipersiapkan untuk tamu berikutnya telah dibawa ke kantin.
“Di situ Yuli marah sama Anti. Yuli bilang kalau tamu dari Sidrap datang suruh saja ke kantin karena diambil semua kue dibawah ke kantin,” tuturnya.
Merasa perlu meminta penjelasan, Andi Tenri kemudian memanggil Yuli ke kantin.
“Yuli datang dan langsung duduk di samping kiri saya. Pas saya tanya dia menyangkal dan banyak bicaranya, spontan saya ambil satu biji kue dan kasih makan Yuli,” ujarnya.
Ia juga mengakui sempat memukul meja saat emosi, namun membantah melempar botol air mineral maupun tempat kue ke arah korban.
“Posisi Yuli saat itu di sebelah kiri saya, sedangkan botol yang jatuh waktu saya pukul meja itu jatuh ke kanan. Banyak saksinya waktu kejadian dan tidak pernah saya lempari botol apalagi lumuri mukanya kue,” tegasnya.
Terkait laporan polisi yang telah diajukan Yuli, Andi Tenri menyatakan mengancam bakal menempuh langkah hukum dengan melapor balik Yuli.
Sebelumnya, Yuli mengaku insiden tersebut bermula ketika diminta menyiapkan hidangan berupa kue untuk dua tamu Ketua DPRD Bone. Setelah mengambil kue, ia meletakkannya di ruang lounge sesuai arahan.
“Awalnya diminta siapkan kue untuk dua tamu. Saya ambilkan kue lalu saya siapkan di lounge. Sudah ada satu tamu, kemudian saya ditelepon lagi dan diberi tahu kalau ada satu tamu lagi,” kata Yuli dalam rekaman video.
Namun, ia mendapat informasi bahwa kue yang telah disiapkan sudah dibawa ke kantin.
“Mereka bilang kuenya dibawa ke kantin. Saya jawab baik, lalu saya pikir mungkin masih ada di lounge. Saya ke lounge bersama Kak Ana dan bertanya kepada petugas di sana soal kue yang sebelumnya saya siapkan untuk dua tamu,” ujar Yuli.
