22/07/2026

Majesty.co.id

News and Value

Parah! Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf, Dilempari Kue hingga Botol Sambal

3 min read
Korban mengaku dilempari kue, disiram air mineral, hingga dilempari botol sambal saat dipanggil menemui Ketua DPRD Bone.
Kolase. Staf DPRD Bone inisial YN dan Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong. (Foto: Istimewa/Instagram/dprdbone)

Majesty.co.id, Bone – Ketua DPRD Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Andi Tenri Walinonong, diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang staf Bagian Umum DPRD Bone berinisial YN (29).

Advertisement
Banner Bapenda Makassar

Korban mengaku dilempari kue, disiram air mineral, hingga dilempari botol sambal saat dipanggil menemui Ketua DPRD Bone di kantin kantor, Rabu (22/7/2026).

Menurut pengakuan YN, insiden tersebut bermula ketika dirinya diminta menyiapkan hidangan berupa kue untuk dua tamu Ketua DPRD Bone. Setelah mengambil kue, ia meletakkannya di ruang lounge sesuai arahan.

Advertisement
Banner DPRD Sulsel

“Awalnya diminta siapkan kue untuk dua tamu. Saya ambilkan kue lalu saya siapkan di lounge. Sudah ada satu tamu, kemudian saya ditelepon lagi dan diberi tahu kalau ada satu tamu lagi,” kata YN dalam rekaman video.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

YN mengatakan, ia kemudian menjelaskan bahwa kue masih tersedia karena sebelumnya telah dibagi menjadi dua porsi.

Namun, ia mendapat informasi bahwa kue yang telah disiapkan sudah dibawa ke kantin.

“Mereka bilang kuenya dibawa ke kantin. Saya jawab baik, lalu saya pikir mungkin masih ada di lounge. Saya ke lounge bersama Kak Ana dan bertanya kepada petugas di sana soal kue yang sebelumnya saya siapkan untuk dua tamu,” ujarnya.

Setelah memastikan kondisi tersebut, YN kembali ke ruangannya. Tak lama kemudian, ia dipanggil untuk menemui Ketua DPRD Bone yang berada di kantin.

Namun, setibanya di lokasi, ia mengaku justru mendapat perlakuan kasar.

“Sampai di kantin, satu bosara berisi kue langsung dilempar ke muka saya. Setelah itu saya disiram satu botol air mineral, lalu botol airnya juga dilempar ke muka saya. Setelah itu saya dilempari lagi botol sambal,” tutur YN.

Korban mengaku tidak sempat memberikan penjelasan karena Ketua DPRD langsung menuduhnya melarang orang memakan kue yang telah disiapkan.

“Saya tidak pernah bicara satu kata. Saya dibilang melarang orang makan kue. Padahal saya tidak pernah bilang begitu. Beliau juga berkata, ‘Siapa yang bayar itu kue, kamu?'” ucapnya sambil menangis terseduh-seduh.

YN membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan hanya menjalankan tugas menyiapkan konsumsi sesuai arahan dan memastikan hidangan untuk tamu tetap tersedia.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Bone, Andi Muchlis, membenarkan telah terjadi insiden yang melibatkan Ketua DPRD Bone dan seorang staf Bagian Umum.

Namun, ia mengaku masih mengumpulkan informasi dari berbagai pihak untuk mengetahui kronologi secara utuh.

“Iya, tapi saya masih cari tahu detail seperti apa,” kata Muchlis saat dihubungi wartawan.

Menurut Muchlis, setelah seluruh informasi terkumpul, pihak sekretariat akan menentukan langkah penyelesaian, termasuk membuka kemungkinan mediasi antara kedua belah pihak.

“Iya mungkin nanti akan begitu (dimediasi). Tapi yang pasti sekarang saya kumpulkan informasi dulu supaya kronologinya akurat dan tidak ada informasi yang keliru,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong belum memberikan tanggapan atas dugaan penganiayaan tersebut. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat dan panggilan telepon yang dilakukan belum mendapat respons.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.