Dimulai di Maros, Unhas Kampus Pertama Gelar KKN Tematik Keterbukaan Informasi Publik
2 min read
Mahasiswa KKN Tematik Keterbukaan Informasi Publik Unhas usai seminar program kerja di Turikale, Maros. (Foto: Istimewa/HO)
Majesty.co.id, Maros – Universitas Hasanuddin (Unhas) memulai pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di Kabupaten Maros. Ini diklaim pertama di Indonesia.
KKN Tematik Keterbukaan Informasi Publik yang digelar Unhas diawali Seminar Program Kerja KKN Angkatan 116 di Kecamatan Turikale, Maros, Jumat (10/7/2026).
Ketua Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Selatan, Fauziah Erwin, mengatakan keterbukaan informasi publik merupakan hak setiap warga negara yang dijamin undang-undang.
Karena itu, badan publik wajib menyediakan informasi yang bersifat terbuka sekaligus melindungi informasi yang dikecualikan.
“Menutup-nutupi informasi yang wajib diumumkan dapat menimbulkan konsekuensi hukum. Sebaliknya, membuka informasi yang seharusnya dikecualikan juga memiliki sanksi,” ujar Fauziah Erwin dalam keterangan tertulis.
Fauziah mengapresiasi inisiatif Unhas yang menghadirkan KKN Tematik Keterbukaan Informasi Publik hingga tingkat desa dan kelurahan.
“Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pelayanan informasi publik sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, akuntabel, dan berbasis digital,” katanya.
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pelaksana Unhas Ahmad Bahar, mengatakan, program tersebut merupakan komitmen komitmen untuk memperluas budaya keterbukaan informasi publik hingga ke desa dan kelurahan.
“Sebagai badan publik yang telah dua tahun meraih predikat Informatif dari Komisi Informasi Pusat, kami ingin praktik baik ini tidak berhenti di lingkungan kampus,” ujarnya.
Menurut Bahar, mahasiswa akan mendampingi pemerintah desa dan kelurahan melalui pengembangan layanan informasi berbasis digital, seperti website, media sosial PPID, serta berbagai media edukasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat.
Sementara itu, Dosen Pembimbing KKN Kecamatan Turikale, Ishaq Rahman, mengatakan program tersebut lahir dari kepedulian Unhas terhadap masih rendahnya implementasi keterbukaan informasi publik di sejumlah desa dan kelurahan di Sulawesi Selatan.
Seminar program kerja turut dihadiri Camat Turikale Nasaruddin, perangkat desa dan kelurahan, serta mahasiswa peserta KKN Tematik KIP.
Program ini diharapkan mampu memperkuat transparansi, meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik, serta mendorong transformasi digital pemerintahan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
