05/07/2026

Majesty.co.id

News and Value

Dino Djalal Kritik Pemerintah, Cuma Utus Dubes Hadiri Pemakaman Khamenei: Takut Amerika?

3 min read
Dino menyayangkan, Indonesia sebagai sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, absen mengirim delegasi resminya menghadiri upacara pemakaman Khamenei.
Kolase. Prosesi upacara pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei bersama anggota keluarganya dan protes eks Wamenlu Dino Patti Djalal. (Foto: Instagram/Iranindonesia/dinopattidjalal)

Majesty.co.id – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal mengkritik pemerintah yang tidak mengirim pejabat setara menteri untuk menghadiri upacara penghormatan mendiang mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Lewat unggahan Instagramnya, Minggu (5/7/2026), Dino Patti Djalal mengaku heran alasan di balik pemerintah Indonesia tanpa utusan resmi di Tehran, Iran, saat negara-negara lain hadir dalam pemakamakan Khamenei yang dibunuh Amerika Serikat-Israel pada akhir Februari.

“Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah Indonesia tidak memenuhi undangan Iran untuk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yang terbunuh dlm serangan militer ilegal,” tulis Dino Patti Djalal dalam unggahannya.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang menyebut, pemerintah mengutus Dubes Indonesia untuk Iran, Rolliansyah Soemirat untuk menghadiri penghormatan mendiang Ayatollah Ali Khamenei.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

“Pada 4 Juli pagi waktu Tehran, Dubes RI telah hadir dalam acara penghormatan dan doa bersama bagi jenazah almarhum yang disemayamkan di Grand Mosalla, Tehran,” kata Yvonne Mewengkang kepada wartawan, Sabtu (4/7/2026).

Namun menurut Dino, Pemerintah Republik Islam Iran melalui kedutaan besarnya di Jakarta, sudah berupaya secara gigih mengundang pemerintah Indonesia tapi disebut tidak mendapat tanggapan.

“Akhirnya, yang hadir hanya Dubes RI di Teheran yang dianggap oleh Teheran sebagai sikap menyepelekan undangan ini,” katanya.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia merilis daftar negara-negara yang mengutus menterinya mengikuti penghormatan sebelum Khamenei dimakamkan.

Dalam daftar undangan resmi yang hadir itu, tak ada pejabat selevel menteri dari Indonesia.

Beberapa di antaranya yang hadir yaitu, Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Pakistan, Kazakhstan, Rusia, Tiongkok, India hingga Malaysia.

Negara-negara itu mengirim delegasi resmi pada tingkat Menteri, bahkan Presiden Pakistan Asif Ali Zardari mendatangi langsung upacara pemakaman Khamenei.

Dino menyayangkan, Indonesia sebagai sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, absen mengirim delegasi resminya ke Iran.

“Apakah ini berarti polugri ‘bebas aktif’ kita mulai LUNTUR krn Indonesia takut-sungkan terhadap Amerika?,” tulis Dino, mempertanyakan status bebas aktif Indoensia dalam konteks pergaulan Internasional.

Menurut Dino, pemerintah Indonesia setidaknya mengirim Wakil Menteri Luar Negeri atau Wamenlu Anis Matta yang mengurusi hubungan dengan dunia Islam

“Tapi beliau justru sibuk keliling Asia Tengah utk kunjungan yang sifatnya rutin. Kita seakan melupakan bahwa Iran adalah sahabat lama Indonesia, hubungan selalu terjaga dengan hangat dan saling menghormati,” kata Dino.

Dino menegaskan, kehadiran delegasi resmi Indonesia dalam acara penghormatan terakhir Ayatollah Khamenei seharusnya menjadi momen pembuktian diplomasi bebas aktif Indonesia.

“Sekaligus sinyal tegas dari Jakarta bahwa adalah aksi pembunuhan Ayatollah Khamenei adalah aksi ilegal yang melanggar hukum dan norma internasional,” jelas Dino Patidjalal.

Upaca penghormatan pemakan Khamenei akan berlangsung sejak 3-9 Juli di berbagai kota di Iran. Khamenei terbunuh dalam serangan ilegal Amerika-Israel.

Serangan itu juga menewaskan 4 anggota keluarga Khamanei di Tehran pada 28 Februari 2026.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.