Gapembi Sulsel Tolak Moratorium Dapur MBG, Layangkan 8 Aspirasi ke BGN
2 min read
Ketua Dewan Pengurus Wilayah Gabungan Pengusaha Makan Bergizi (Gapembi) Nurdin Beta (kedua kiri) menyampaikan keterangan pers terkait 8 aspirasi kepada Badan Gizi Nasional di Kota Makassar, Jumat (19/6/2026). (Foto: Majesty.co.id/Arya)
Majesty.co.id, Makassar – Pengusaha pemilik dapur Makan bergizi Gratis atau MBG yang tergabung dalam Gapembi Sulawesi Selatan menyampaikan 8 aspirasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
Ketua Gapembi Sulsel Nurdin Beta mengatakan, delapan tuntutan kepada BGN disebut “ASTA” atau Aspirasi Mitra yang tersebar di berbagai daerah.
“Asta ini berisi delapan poin. Yang pertama, Gapembi Sulsel tetap mendukung penuh program presiden yaitu program makan makan bergizi gratis,” kata Nurdin Beta dalam konferensi pers di Kota Makassar, Jumat (19/6/2026).
Tuntutan kedua, Gapembi Sulsel meminta BGN untuk meninjau kembali surat edaran nomor 12, terutama poin yang menghilangkan insentif Rp6 juta per hari.
Menurut Nurdin, penghapusan insentif Rp6 juta per hari tidak sejalan dengan perjanjian kerja sama yang telah disepakati sejak awal dan tidak sesuai petunjuk teknis MBG.
Selain itu, Nurdin Beta menegaskan Gapembi Sulsel menolak moratorium dapur baru yang sedang berjalan dan sedang proses pembangunan.
Menurutnya, moratorium dapur baru maupun yang sudah beroperasi, dapat mengakibatkan kerugian yang cukup besar bagi seluruh mitra di seluruh Indonesia.
Di sisi lain Gapembi Sulsel dalam poinnya yang kelima berharap kepada BGN agar distribusi 3B atau Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita tetap berjalan saat libur sekolah.
“Karena terkait dengan pemenuhan gizi tidak mengenal yang namanya libur,” imbuh Nurdin Beta.
Kemudian, Gapembi Sulsel meminta BGN turut melibatkan mitra melalui asosiasi khusus dalam perumusan kebijakan-kebijakan program MBG.
Tak kalah pentingnya yaitu Gapembi Sulsel meminta kepastian hukum dan jaminan investasi bagi mitra dalam pelaksanaan program MBG.
Dalam konferensi pers ini, Nurdin Beta tak lupa menekankan bahwa berhentinya dapur MBG selama libur sekolah bakal berdampak kepada karyawan atau relawan dan mitra distributor.
“Relawan sangat merasa kehilangan apabila dihilangkan 2-3 minggu untuk pekerjaannya, karena sangat tergantung dengan dengan adanya program ini,” tegas Nurdin Beta.
“Oleh karena itu, sebagai kesimpulan bahwa mohon pihak BGN pemerintah dalam hal ini, untuk meninjau kembali surat edaran yang menghentikan distribusi selama libur sekolah, sehingga ada rasa keadilan dari pemerintah begitu juga mitra dan seluruh para relawan supplier dan petani,” pungkas Nurdin Beta.
