24/05/2026

Majesty.co.id

News and Value

Kemendikdasmen Ingatkan Guru-Guru di Makassar Tinggalkan Model Pembelajaran Konvensional

2 min read
Acara tersebut menghadirkan Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen, Laksmi Dewi, sebagai narasumber utama.
Suasana sosialisasi program prioritas pembelajaran kepada ratusan guru dan pelajar oleh Kemendikdasmen di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sulsel. (Foto: Majesty.co.id/Suedi)

Majesty.co.id, Makassar – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mensosialisasikan program prioritas pembelajaran kepada ratusan guru dan pelajar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kegiatan itu dilaksanakan di Aula Kantor Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sulsel, Jalan Andi Pangerang Pettarani, Makassar, Sabtu (23/5/2026).

Dengan tema “Kolaborasi Strategis dalam Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan Dasar dan Menengah”.

Kegiatan ini bertujuan menyatukan informasi terkait kebijakan terbaru di dunia pendidikan, termasuk konsep pembelajaran mendalam atau deep learning.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Acara tersebut menghadirkan Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen, Laksmi Dewi, sebagai narasumber utama.

Laksmi Dewi menegaskan bahwa model pembelajaran saat ini harus lebih baik karena anak-anak semakin kreatif dan kritis.

“Maka sudah tidak bisa lagi model-model pembelajarannya yang konvensional, yang hanya menulis, hanya ceramah,” ujarnya diwawancarai seusai kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan perlunya banyak ragam variasi model pembelajaran yang diciptakan atau didesain oleh guru.

Dengan model pembelajaran selama ini, kata dia, perlu terus diperbaharui menyesuaikan zaman dengan anak-anak bangsa yang semakin kreatif. Hal itu supaya para siswa dilibatkan tidak terkesan pembahasan searah.

“Supaya anak benar-benar merasakan manfaat belajar, kemudian juga dia merasa terlibat dalam pembelajaran. Itu yang paling penting,” katanya.

Menanggapi pertanyaan tentang boleh tidaknya Kurikulum 2013 digunakan, Laksmi Dewi menyebut bahwa kurikulum tersebut masih boleh dipakai.

“Bukan tidak boleh, Pak. Masih digunakan, masih boleh digunakan, tapi berdasarkan peraturan di Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024, itu sudah disampaikan bahwa sampai tahun akademik ajaran baru 2026/2027 masih bisa dilaksanakan,” jelasnya.

Laksmi menambahkan bahwa mulai 2027 sekolah akan melakukan penyesuaian menuju kurikulum baru atau Kurikulum Merdeka yang saat ini masih berlaku.

Untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Laksmi Dewi memastikan kurikulum lama masih diberlakukan hingga 2028.

“Mereka baru bisa melakukan perubahan di tahun 2028,” katanya.

Selain guru dan pelajar, kegiatan dihadiri oleh berbagai perwakilan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Publik Pendidikan Dasar dan Menengah.

Diantaranya dari Komunitas Sahabat Pengajar, kemudian Pimpinan Komunitas, Komunitas Patria Pelajar Mahasiswa, Persatuan Guru NU, PP Aisyiyah, Forum Guru Muhammadiyah, PP Ikatan Pelajar NU, PP Ikatan Pelajar Putri NU, PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah serta lainnya.

Penulis: Suedi

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.