Dua Pria Tertipu modus Jadi ASN Satpol PP Sulsel, Arwin: Gak Bakal kembali Itu Uang
3 min read
Ilustrasi. Personel Satpol PP Sulsel mengikuti apel pagi di Makassar beberapa waktu lalu. (Foto: Instagram/satpolpp.sulsel)
Majesty.co.id, Makassar – Dua pria diduga menjadi korban penipuan untuk diangkat sebagai ASN Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atau Satpol PP Sulsel.
Keduanya adalah warga Kabupaten Maros bernama Audi dan Ansar. Mereka dijanjikan lolos sebagai ASN Satpol PP Sulsel dengan syarat menyetor uang puluhan juta.
Keduanya mengaku menyerahkan uang masing-masing sebesar Rp30 juta kepada oknum Satpol PP Sulsel berinisial SB dan SL.
Alih-alih menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan Satpol PP, kedua korban justru digantung nasibnya selama kurang lebih dua tahun atau sejak 2024.
Meski begitu, Audi dan Ansar tetap ikut memakai seragam resmi dan mengikuti apel di sejumlah aset Pemprov Sulsel, seperti kawasan lahan pertanian hingga area Bendungan Bili-Bili, tanpa pernah menerima gaji.
“Kami bekerja seperti anggota biasa, pakai seragam, ikut apel, turun lapangan. Tapi sampai sekarang tidak ada SK dan tidak pernah digaji. Alasannya selalu sementara diproses,” ungkap salah satu korban dengan nada kecewa.
Kasus ini semakin bergulir setelah pihak keluarga korban ikut turun tangan mendesak pertanggungjawaban.
Orang tua Audi, Pallaudin, menyatakan telah berulang kali meminta kejelasan kepada oknum terkait, namun tidak mendapatkan jawaban pasti mengenai status anak mereka maupun pengembalian uang.
Pallaudin juga menduga korban dari praktik ini mencapai puluhan orang dengan kerugian kolektif mencapai ratusan juta rupiah.
“Uang sudah masuk puluhan juta. Anak saya sudah dua tahun kerja dan berkeringat di lapangan, tapi sampai sekarang statusnya tidak jelas. Kami merasa sangat dirugikan,” tegas Pallaudin.
Merespons dugaan penipuan itu, Kepala Satpol PP Sulsel, Andi Arwin Azis membantah adanya rekrutmen anggota baru di instansinya.
Arwin menegaskan bahwa sejak dirinya memimpin Satpol PP Sulsel pada pertengahan tahun 2023, tidak pernah ada pembukaan lowongan dalam bentuk apa pun.
“Selama saya mulai menjabat di pertengahan tahun 2023 tidak ada rekrutmen anggota Satpol PP Provinsi Sulsel,” tegas Arwien saat dikonfirmasi wartawan,Jumat (15/5/2026)
Arwin juga menyatakan bahwa oknum yang diduga terlibat dalam pusaran kasus ini bukan merupakan bagian dari personel aktif Satpol PP Sulsel.
Ia pun menyayangkan sikap korban yang mudah memercayai pihak tidak bertanggung jawab dan meminta mereka segera membawa kasus penipuan ini ke ranah hukum daripada terus menyeret nama institusi.
“Sudah lama sekalimi itu, suruhmi lapor ke polisi, tangkap yang bersangkutan, janganmi lagi melibatkan institusi, dipancing-pancing, tidak ada gunanya,” kata Arwin Azis.
“Gak bakal kembali itu uang karena oknumnya bukan di Satpol. Kau merusak lagi lembaga, dan kau yang salah karena percaya orang yang tidak bertanggung jawab. Mending lapor polisi, tangkap yang bersangkutan. Cuma saya lihat kenapa tidak lapor ke polisi, itukan penipuan, tindak pidana,” pungkas Arwin.
