KNPI dan Ansor Gowa Pasang Badan untuk Husniah-DM, Minta Jangan Benturkan Keduanya
3 min read
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang diapit Ketua DPD KNPI Gowa Alumnus Zainuddin dan Ketua GP Ansor Gowa, Fathauddin Lewa dalam sebuah kegiatan baru-baru ini. (Foto: Istimewa/HO)
Majesty.co.id, Gowa – DPD KNPI Kabupaten Gowa bersama Gerakan Pemuda Ansor “pasang badan” dari pihak-pihak yang ingin membenturkan Bupati dan Wakil Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang-Darmawangsyah Muin alias Husniah-DM.
Bukan tanpa alasan, KNPI Gowa menyebut ada narasi yang perkembang bahwa massa pendemo Husniah dituding sebagai “orang-orang” DM.
Ketua DPD KNPI Gowa Alumnus Zainuddin menyampaikan keprihatinannya atas informasi yang belum terverifikasi dan mengajak semua pihak untuk menahan diri.
Menurutnya, bupati dan wakil bupati adalah satu kesatuan konstitusional yang harus didukung dalam menjalankan pemerintahan.
“Sebagai organisasi kepemudaan, kami mengajak semua pihak untuk menahan diri dan tidak mengembangkan narasi yang berpotensi membenturkan pimpinan daerah,” kata Alumnus dalam keterangan tertulis, Kamis (29/4/2026).
“Bupati dan wakil bupati merupakan satu kesatuan dalam pemerintahan yang dipilih secara konstitusional oleh rakyat Gowa,” imbuh dia.
Alumnus menegaskan bahwa meski demonstrasi adalah hak warga negara, penyampaian aspirasi tidak boleh disertai tudingan tanpa dasar yang objektif.
Ia mendorong agar setiap persoalan diselesaikan melalui mekanisme yang bermartabat.
“Kami percaya bupati dan wakil bupati memiliki komitmen yang sama dalam membangun Gowa. Mari kedepankan komunikasi yang sehat dan tabayyun. Jika terdapat persoalan, sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme yang tepat, objektif, dan bermartabat,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PC GP Ansor Gowa, Fathauddin Lewa, mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan menghormati simbol kepemimpinan daerah.
Ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya.
“Kami di GP Ansor berkomitmen menjadi bagian dari solusi. Jangan biarkan isu yang belum jelas kebenarannya memecah belah masyarakat. Bupati dan Wakil Bupati adalah simbol kepemimpinan daerah yang harus dihormati bersama. Mari kawal jalannya pemerintahan dengan kritik yang konstruktif, bukan dengan narasi yang memecah,” tegasnya.
Fathauddin juga meyakini bahwa di tengah dinamika yang ada, pimpinan daerah tetap berkomitmen penuh dalam melayani kepentingan publik dan menjalankan program pembangunan.
“Yang terpenting saat ini adalah bagaimana pemerintahan tetap berjalan dengan baik. Kami meyakini Bupati dan Wakil Bupati tetap fokus bekerja, menjalankan program, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Gowa,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, DPD KNPI Gowa mengajak tokoh masyarakat dan pemuda untuk berperan aktif mendinginkan suasana.
Perbedaan pandangan dalam demokrasi diharapkan tidak sampai merusak tatanan sosial maupun stabilitas pemerintahan di Kabupaten Gowa.
“Gowa membutuhkan kekompakan, bukan perpecahan. Mari kita jaga marwah daerah kita bersama-sama,” pungkas Alumnus, menambahkan.
