Kisah Penjual Ikan Keliling di Gowa, Bisa Ibadah Haji setelah Nabung Rp30 ribu 5 tahun
2 min read
Jemaah calon haji kloter 7 embarkasi Makassar, Asis Daeng Lipung (kanan) saat tiba di Asrama Haji Sudiang, Kota Makassar, Sabtu (25/4/2026). (Foto: Majesty.co.id/Suedi)
Majesty.co.id, Makassar – Asis Daeng Lipung (52 tahun) pria asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, selangkah lagi menunaikan ibadah haji setelah bertahun-tahun menabung uang hasil menjual ikan.
Pada Sabtu (25/4/2026), Asis Daeng Lipung tiba di Asrama Haji Embarkasi Makassar. Wajahnya ceria bersiap terbang ke Tanah Suci bersama rombongN kloter 7.
Asis mengatakan, keterbatasan ekonomi tidak menghalangi niat suci seseorang untuk menunaikan ibadah haji.
Asis mengaku, menjual ikan dengan cara berkeliling menggunakan sepeda di Gowa. Penghasilannya sekitar Rp100 ribu per hari.
Dari penghasilan tersebut, ia harus memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus membiayai pendidikan dua anaknya.
Meski demikian, Asis tetap menyisihkan sebagian rezekinya untuk ditabung demi mewujudkan impian berhaji.
Dengan disiplin menabung Rp30 ribu hingga Rp50 ribu setiap hari selama lima tahun, Asis berhasil mengumpulkan dana untuk mendaftarkan dirinya, sang istri, dan mertuanya pada tahun 2010.
“Niat untuk berhaji sudah lama saya tanamkan. Walaupun kondisi ekonomi sering jadi tantangan, saya tetap berusaha,” ujar Asis di Aula Penerimaan Jemaah Haji Asrama Haji Makassar.
Perjalanan menuju Tanah Suci tidak sepenuhnya mulus. Saat namanya dinyatakan masuk dalam daftar calon haji tahun ini, Asis sempat terkejut karena belum memiliki cukup dana untuk pelunasan biaya.
Ia juga menghadapi kendala tunggakan saat proses pendaftaran. Namun, satu per satu rintangan tersebut berhasil ia lewati.
Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, Alim Bahri, mengatakan sebanyak 387 jemaah calon haji dari Gowa telah memasuki asrama haji.
“Jemaah haji asal Gowa tahun ini rata-rata menunggu sekitar 15 tahun sebelum akhirnya diberangkatkan pada 2026,” jelasnya.
Kisah Asis menginspirasi bahwa dengan niat kuat, kerja keras, dan keyakinan, jalan untuk mewujudkan harapan dan niat suci akan selalu terbuka.
Penulis: Suedi
