Appi Pelajari Kawasan Blok M Jakarta untuk Revitalisasi Pasar Sentral Makssar
3 min read
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi (empat kanan) melakukan kunjungan kerja ke kawasan Blok M, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (Foto: Diskominfo Makassar)
Majesty.co.id, Jakarta – Pemerintah Kota Makassar serius untuk menghidupkan kembali denyut ekonomi di Pasar Sentral atau New Makassar Mall.
Sebagai langkah awal, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, melakukan kunjungan kerja ke kawasan Blok M, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari keberhasilan revitalisasi kawasan Blok M yang kini bertransformasi menjadi ruang publik modern berbasis integrasi fungsi ekonomi, sosial, dan budaya.
Munafri diterima langsung oleh Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta, Iqbal Bimo Arifianto.
Dalam keterangannya, Munafri menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya benchmarking untuk mengaktivasi kembali aset strategis daerah agar mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Hari ini kita berada di Blok M, melihat bagaimana M Bloc Space dan Blok M Hub diaktivasi kembali dengan sangat baik. Kawasan ini menjadi sentra kegiatan ekonomi, mampu merespons UMKM, sekaligus menyediakan ruang-ruang interaksi bagi masyarakat,” jelas Munafri Arifuddin.
Munafri menilai Pasar Sentral yang dulunya merupakan ikon perdagangan Makassar kini mengalami penurunan aktivitas.
Terinspirasi dari Blok M yang mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD), ia berencana mengadaptasi prinsip dasar penataan kawasan yang menggabungkan fungsi perbelanjaan, hiburan, dan ruang publik.
“Makassar dulu memiliki ikon kuat, yakni Pasar Sentral sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Namun saat ini kondisinya mulai mengalami pergeseran dan cenderung sepi. Karena itu, kami mencoba melakukan benchmarking untuk mengembalikan peran strategis kawasan tersebut,” lanjut Munafri.
Ia menegaskan bahwa konsep yang akan diterapkan nantinya tidak sekadar meniru secara utuh, melainkan menyesuaikan dengan karakteristik Kota Makassar.
Targetnya, Pasar Sentral tidak lagi hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi menjadi jantung kota yang hidup dan inklusif.
“Kita ingin memastikan bahwa Pasar Sentral bisa kembali diaktivasi sebagai pusat ekonomi yang hidup dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perdagangan, Dinas Kominfo, dan jajaran direksi PD Pasar Makassar Raya.
“Kami mengajak seluruh dinas terkait untuk melihat langsung, agar nantinya memiliki gagasan yang selaras dalam menjalankan proses ini. Yang terpenting, kawasan yang akan kita aktivasi ke depan bisa menghadirkan kehidupan baru,” tambah Munafri.
Sementara itu, Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta, Iqbal Bimo Arifianto, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan di sekitar stasiun mengacu pada prinsip konektivitas pejalan kaki, mobilitas yang tinggi, serta penyediaan fasilitas sosial.
“Kami tidak hanya membangun dan mengoperasikan transportasi, tetapi juga mengembangkan kawasan di sekitar stasiun agar terintegrasi secara menyeluruh. Konsep ini bagaimana menciptakan kawasan yang hidup, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tutup Iqbal Bimo Arifianto.
