KAMMI sebut Pengkritik Swasembada Pangan Abaikan Perjuangan Petani
2 min read
Logo Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia atau KAMMI. (Foto: Istimewa)
Majesty.co.id, Jakarta – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menyampaikan sikap tegas terkait pernyataan Feri Amsari yang menyebut Presiden Prabowo Subianto berbohong soal swasembada pangan.
KAMMI menilai pernyataan tersebut mengabaikan fakta lapangan dan mereduksi perjuangan jutaan petani nasional dalam program swasembada pangan.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pengurus Pusat KAMMI, Aulia Furqon, menyebut swasembada pangan adalah hasil kerja kolektif yang panjang antara petani dan kebijakan pemerintah yang terus diperbaiki di tengah risiko iklim dan ketidakpastian pasar.
“Menyebut kebijakan ini sebagai kebohongan menunjukkan cara pandang yang lepas dari fakta lapangan. Petani bekerja nyata setiap hari. Itu tidak bisa dipatahkan dengan opini tanpa basis data yang kuat,” kata Aulia Furqon dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).
Furqon menilai kritik tersebut keluar tanpa pemahaman utuh terhadap dinamika sektor pertanian yang kompleks.
Menurutnya, ada proses panjang dan perbaikan sistem yang saat ini sedang berjalan di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
“Kritik seperti ini keluar tanpa memahami kondisi lapangan. Realitas pertanian tidak bisa disederhanakan hanya dari asumsi atau persepsi. Ada proses panjang, ada kerja keras petani dan ada perbaikan sistem yang sedang berjalan,” ujarnya.
KAMMI mengakui adanya tren positif dalam kesejahteraan petani, yang terlihat dari harga beli gabah yang lebih kompetitif serta kebijakan subsidi pupuk yang kini dinilai lebih tepat sasaran.
“Kami melihat ada perbaikan nyata. Kesejahteraan petani mulai meningkat, terlihat dari harga beli gabah yang lebih baik dan kebijakan subsidi pupuk yang semakin terarah. Ini dirasakan langsung oleh petani, bukan sekadar laporan di atas kertas,” jelas Furqon.
Meski optimis dengan arah swasembada di bawah kepemimpinan Prabowo-Amran, KAMMI memberikan catatan kritis agar pemerintah fokus membenahi rantai pasok pada tahun kedua.
Tujuannya agar peningkatan produksi selaras dengan stabilitas harga beras di tingkat konsumen.
“Tahun kedua harus menjadi fase perbaikan. Rantai pasok harus dibenahi agar distribusi lebih efisien dan harga beras bisa turun di tingkat konsumen. Swasembada harus terasa di pasar, bukan hanya di angka produksi,” tegasnya.
Furqon menandaskan bahwa KAMMI akan tetap konsisten mengawal kebijakan kedaulatan pangan agar sistem yang dibangun tetap adil, efisien, dan berpihak pada kepentingan rakyat luas.
“PP KAMMI akan terus mengawal kebijakan pemerintah. Kami berpihak kepada petani dan masyarakat. Kedaulatan pangan harus diwujudkan dengan sistem yang adil, distribusi yang efisien, dan harga yang terjangkau,” pungkasnya.
