04/04/2026

Majesty.co.id

News and Value

Festival Nene Mallomo ke-3: Upaya Syahar Jaga Tradisi Sidrap

2 min read
Festival Nene Malomo ini didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan RI melalui Program Dana Indonesiana.
Tangkapan layar. Pembukaan Festival Nene Mallomo ke-3 di Taman Usman Isa, Pangkajene, Sidrap, Jumat (3/4/2026). (Foto: Instagram/pemkab.sidrap)

Majesty.co.id, Sidrap — Upaya merawat nilai-nilai lokal di tengah arus globalisasi kembali ditegaskan melalui perhelatan Festival Nene Mallomo ke-3.

Festival Nene Mallomo ke-3 yang dipusatkan di Lapangan Usman Isa, Pangkajene, Kabupaten Sidrap, resmi dibuka pada Jumat (3/4/2026).

Festival yang diinisiasi oleh Sanggar Seni Pajjoge Andino ini merupakan wujud nyata implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan di Sidrap.

Kegiatan ini didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan RI melalui Program Dana Indonesiana.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif alias Syahar saat membuka acara menyatakan bahwa ruang kreatif bagi pemuda adalah investasi jangka panjang daerah.

Ia menekankan bahwa kebudayaan harus dihidupkan dalam keseharian, bukan sekadar menjadi pajangan sejarah.

“Sebagai bupati, saya memberikan dukungan penuh. Sanggar Seni Pajjoge Andino merupakan wadah vital bagi anak-anak dan generasi muda untuk menyalurkan bakat sekaligus membentuk karakter melalui seni dan budaya,” ujar Syahar..

Festival tahun ini menghadirkan rangkaian kegiatan edukatif, mulai dari pentas seni, ekspresi budaya lokal, hingga lomba permainan tradisional yang mulai langka di era digital.

Syahar mengingatkan pentingnya reintroduksi nilai lokal guna melawan degradasi adat istiadat.

“Kita menyaksikan bagaimana kebudayaan, adat, dan permainan tradisional kembali dihidupkan. Ini penting agar warisan leluhur tidak hilang ditelan zaman. Kita harus mewariskannya kepada anak cucu dalam kondisi yang utuh dan bermartabat,” tambahnya.

Dukungan dari pemerintah pusat melalui Dana Indonesiana menjadi kunci keberlangsungan ekosistem budaya ini. Pamong Budaya Ahli Madya Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIX, Rinawati Idrus, memberikan apresiasi atas kolaborasi apik antara pemerintah daerah dan komunitas seni.

“Dana Indonesiana adalah komitmen nyata pemerintah untuk memperkuat ekosistem budaya yang inklusif dan harmonis. Kami berharap program ini menjadi penggerak utama dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat,” tutur Rinawati.

Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, perwakilan Kodim 1420/Sidrap, unsur Polres Sidrap, serta jajaran kepala OPD.

Kehadiran lintas sektor ini menandakan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab kolektif.

Melalui Festival Nene Mallomo ke-3, generasi Z dan Alfa di Sidrap diharapkan memiliki kesadaran kultural yang kuat, sehingga jati diri daerah tetap kokoh berpijak pada kearifan lokal yang luhur.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.