26/03/2026

Majesty.co.id

News and Value

Warga Demoi Rujab Bupati Sinjai, Desak Perbaiki Jalan Rusak Bertahun-Tahun di Desa Terasa

3 min read
Pendemo menilai bahwa jalan rusak di Desa Terasa, Sinjai, sangat menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas sehari-hari masyarakat.
Kolase foto. Demo warga Desa Teraja di depan rumah jabatan Bupati Sinjai dengan membawa spanduk yang memuat potret kerusakan jalan pada Rabu (25/3/2026). (Foto: Majesty.co.id/Suedi)

Majesty.co.id, Sinjai – Puluhan warga Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, menggelar aksi unjuk rasa di depan Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Jalan Persatuan Raya, Kecamatan Sinjai Utara, pada Rabu (25/3/2026).

Demo warga mendesak Pemerintah Kabupaten Sinjai segera memperbaiki infrastruktur di Desa Terasa khususnya di Dusun Tonrong. Mereka menyoroti jalan rusak yang bertahun-tahun tak kunjung diperbaiki.

ADVERTISEMENT
Patarai Amir DPRD Sulsel

Pendemo menilai bahwa jalan rusak di Desa Terasa sangat menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas sehari-hari masyarakat.

Suasana di lokasi aksi tampak ramai dengan berbagai atribut, khususnya potret jalan rusak di Desa Terasa.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Israil, salah satu orator pendemo, menegaskan bahwa kondisi jalan di kampung halamannya bukanlah persoalan baru. Ia menyebut, selama bertahun-tahun jalan itu rusak tak pernah tersentuh perbaikan meski kepemimpinan daerah berganti.

“Jalan di Dusun Tonrong tak pernah tersentuh perbaikan, kami mendesak pemerintah segera memperbaiki infrastruktur di sana,” kata Israil saat demo di depan Rujab Bupati Sinjai.

Kerusakan jalan di Desa Terasa menurut Israil, bukan hanya soal infrastruktur, tetapi telah berdampak luas pada kehidupan masyarakat. Distribusi hasil panen tersendat, mobilitas warga terhambat, hingga roda ekonomi ikut melemah.

Kondisi tersebut dinilai semakin memprihatinkan karena tidak kunjung mendapatkan respons nyata dari pemerintah daerah. Akibatnya, warga merasa diabaikan dan terpaksa turun ke jalan untuk menyuarakan hak mereka.

Ipung, peserta aksi lainnya, turut menyoroti ketimpangan pembangunan yang dinilai masih berfokus di wilayah perkotaan Sinjai. Sementara itu, desa-desa seperti Dusun Tonrong masih tertinggal.

“Padahal itu masih bagian dari Kabupaten Sinjai, dan akses jalan di sana sangat vital bagi masyarakat,” ujarnya.

Ipung menambahkan bahwa kondisi jalan yang buruk telah menjadi momok tahunan yang tak kunjung usai.

Sudah Dianggarkan


Kekecewaan massa semakin memuncak ketika Bupati Sinjai Ratnawati Arif tidak menemui mereka. Situasi pun memanas dan massa memblokir badan jalan di sekitar lokasi, menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

Ketegangan sempat terjadi dengan aparat kepolisian, ditandai dengan aksi dorong-dorongan.

Bagi massa, aksi blokade itu bukan sekadar bentuk kemarahan, tetapi simbol dari kondisi jalan di kampung mereka yang seakan “terputus” dari perhatian pemerintah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sinjai, Haris Achmad mengatakan, untuk pembangunan infrastruktur di Desa Terasa tahun ini sudah dianggarkan sebanyak Rp2 miliar untuk ruas pertama.

Ruas pertama itu meliputi Dusun Kalelembang dan Dusun Rumbia, Desa Terasa.

“Tahun ini kita anggarkan 2 miliar untuk ruas pertama yaitu Kalelembang-Rumbia,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Majesty, pada Rabu.


Penulis: Suedi

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.