25/03/2026

Majesty.co.id

News and Value

Kronologi Anak 14 Tahun di Sinjai Ngaku Diculik Gegara Takut Dimarahi Keluarga

2 min read
FF yang selama ini tinggal bersama neneknya, Aisyah, pamit hendak pergi ke rumah temannya di Kelurahan Samataring, Kecamatan Sinjai Timur.
Anak berinisial FF saat ditemukan polisi di Kajang, Bulukumba setelah dilapor hilang oleh keluarga, Selasa (24/3/2026). (Foto: Humas Polres Sinjai)

Majesty.co.id, Sinjai – Anak berumur 14 tahun di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel), sudah ditemukan polisi di Kabupaten Bulukumba setelah sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya pada Senin (23/3/2026).

Remaja tersebut berinisial FF yang merupakan pelajar asal Sinjai Timur. Anak perempuan ini ngaku diculik dilatari motif takut dimarahi keluarga.

ADVERTISEMENT
Patarai Amir DPRD Sulsel

Kasat Reskrim Polres Sinjai, IPTU Adi Asrul menceritakan kronologis peristiwa tersebut
bermula pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 09.00 WITA.

FF yang selama ini tinggal bersama neneknya, Aisyah, pamit hendak pergi ke rumah temannya di Kelurahan Samataring, Kecamatan Sinjai Timur.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Namun, setelah dicek, keluarga mendapati bahwa FF tidak pernah sampai di rumah temannya itu.

Kekhawatiran semakin meningkat setelah pihak keluarga mendapat informasi bahwa sekitar pukul 11.00 WITA, FF terlihat bersama seorang remaja berinisial ER sekitar Pantai Karampuang, Desa Pattongko, Kecamatan Tellulimpoe.

Selepas itu, keberadaan FF tidak diketahui lagi dan diduga telah menuju Kabupaten Bulukumba.

“FF diduga sebelumnya sekitar pukul 11.00 WITA ia bertemu dengan Erik di sekitaran Pantai Karampuang, Desa Pattongko, Kecamatan Tellulimpoe dan setelah itu keberadaannya tidak diketahui lagi dan diduga berada di kabupaten Bulukumba,” ujar IPTU Adi Asrul dalam keterangannya yang diterima Majesty, Selasa (24/3/2026).

Keluarga Diteror Permintaan Tebusan


Setelah melalui upaya pencarian akhirnya FF ditemukan oleh polisi di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba.

Itu setelah pihak keluarga melaporkan anak tersebut diculik dengan membawa bukti pesan WhatsApp yang dikirim dari nomor FF.

“Pada hari Selasa tanggal 24 Maret 2026 sekitar Pukul 13:20 Wita, di Dusun Kassi Lohe, Desa Lembang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Melakukan Pencarian dan berhasil menemukan anak dibawah umur yang meninggalkan rumah tanpa izin orang tua,” katanya.

Dari pemeriksaan polisi, hilangnya FF tak lain hanyalah rekayasa belaka untuk meminta uang kepada keluarganya senilai Rp5 juta.

Ia juga mengungkapkan alasannya ke Bulukumba karena takut dimarahi orang tuanya. Kejadian tersebut sengaja dibuat-buat bersama rekannya, Erika alias Erik.

“Awalnya, korban bersama Erika menggunakan sepeda motor menuju Pemandian Limbua. Setelah itu, mereka berdua tinggal di rumah teman Erika di Batu Asa, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba,” pungkasnya.


Penulis: Suedi

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.