Anak 14 tahun di Sinjai Rekayasa Penculikan karena Takut Dimarahi, Minta Tebusan Rp5 juta
2 min read
Anak inisial FF saat menjalani perawatan di Puskesmas Kajang, Bulukumba, setelah mengaku diculik. (Foto: Humas Polres Sinjai)
Majesty.co.id, Sinjai – Seorang anak berumur 14 tahun di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) berinisial FF sempat dilaporkan hilang. Tapi, hal itu ternyata rekayasa penculikan untuk meminta uang tebusan senilai Rp5 juta.
FF yang merupakan pelajar asal Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur tersebut dilaporkan hilang oleh keluarganya, pada Senin (23/3/2026).
Kasat Reskrim Polres Sinjai Inspektur Satu Adi Asrul mengatakan, setelah melalui upaya pencarian akhirnya FF ditemukan oleh polisi di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba pada Selasa (24/3/2026) hari ini.
“Setelah melakukan pencarian dan berhasil menemukan anak dibawah umur yang meninggalkan rumah tanpa izin orang tua,” ujar Adi Asrul dalam keterangan tertulis yang diterima Majesty, Selasa (24/3/2026).
Menurut Adi Asrul, FF dilaporkan diculik setelah keluarga menerima pesan WhatsApp dari nomor anak tersebut.
Namun, pengirim pesan tersebut mengaku bukan FF. Pelaku mengirimkan pesan yang menyerupai aksi penculikan dengan meminta uang tebusan sebesar Rp5 juta dan mengajak bertemu di lokasi yang akan ditentukan sebagai syarat pembebasan.
Dalam pesan tersebut, pengirim mengaku sedang bersama FF. Keluarga yang panik langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib.
Saat ditemukan, FF dalam kondisi mengalami sesak napas dan segera dievakuasi ke Puskesmas Kajang untuk mendapatkan perawatan medis.
Berdasarkan hasil interogasi polisi, terungkaplah fakta yang mengejutkan. FF mengakui bahwa ia tidak diculik. Kejadian tersebut sengaja dibuat-buat bersama rekannya, Erika alias Erik.
“Awalnya, korban bersama Erika menggunakan sepeda motor menuju Pemandian Limbua. Setelah itu, mereka berdua tinggal di rumah teman Erika di Batu Asa, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba,” jelas IPTU Adi Asrul menceritakan kejadian tersebut.
Dari hasil pemeriksaan kepolisian, FF mengaku takut dimarahi oleh keluarganya karena pulang larut malam. Rasa takut itulah yang melatarbelakangi dirinya dan Erika membuat skenario penculikan.
Mereka berpura-pura seolah-olah FF diculik oleh dua orang pemuda menggunakan mobil Avanza silver.
Pesan WhatsApp berisi permintaan tebusan sebesar Rp5 juta pun dibuat untuk mengelabui keluarga agar cerita penculikan tersebut terlihat meyakinkan.
Penulis: Suedi
