Ketua RT Gunung Sari Ikut Arahan Wali Kota Makassar Awasi Tembak-Tembak Gel
2 min read
Ketua RT 005 Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Hasrul Kaharuddin. (Foto: Istimewa/HO)
Majesty.co.id, Makassar — Ketua RT 005 Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Hasrul Kaharuddin, menyatakan kesiapannya menjalankan arahan wali kota terkait maraknya permainan tembak-tembak gel di kalangan anak-anak dan remaja.
Langkah ini diambil untuk menjaga kondusivitas wilayah, terutama selama bulan Ramadan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, sebelumnya telah mengeluarkan instruksi agar fenomena permainan ini ditangani secara serius oleh seluruh elemen, mulai dari kepolisian hingga perangkat RT/RW di lingkungan keluarga.
“Yaa, ini tidak boleh dibiarkan, permainan tembak-tembak tersebut harus ditangani secara serius oleh seluruh pihak,” jelas Munafri di Kantor Balai Kota Makassar, Senin (2/3/2026).
Munafri menekankan bahwa pengawasan harus dilakukan secara kolektif untuk menghindari potensi gesekan di masyarakat.
“Penaganan dan pengawasan bersama, mulai dari Pihak Kepolisian, pemerintah kecamatan hingga lingkungan keluarga RT/RW bertindak,” sambung Munafri.
Menindaklanjuti hal tersebut, Hasrul Kaharuddin yang akrab disapa Arul, berkomitmen untuk memantau aktivitas remaja di wilayahnya.
Ia menilai penggunaan mainan tersebut di area publik seperti jalanan dapat membahayakan pengguna jalan maupun warga sekitar.
“Memang ini mainan tapi kalau dilakukan di tempat umum seperti jalanan, depan rumah warga bisa berbahaya,” ungkap Hasrul, Senin (2/3/2026).
Arul menambahkan bahwa pengawasan ketat diperlukan agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau menjadi korban fisik akibat peluru gel tersebut, yang dikhawatirkan bisa memicu konflik lebih besar.
“Nah ini yang kita antisipasi seperti arahan wali kota, jangan sampai ada yang terluka, tersinggung atau pengguna jalan jadi korban kan bisa berujung masalah besar,” tambahnya.
Selain melakukan pemantauan mandiri, Arul mengajak para orang tua untuk lebih proaktif mengawasi anak-anak mereka.
Ia juga memastikan koordinasi dengan pihak kelurahan, kecamatan, hingga aparat TNI dan Polri tetap berjalan intensif.
“Kita juga pasti komunikasi ke tokoh masyarakat, pemerintah kecamatan, kelurahan, Kepolisian dan TNI apabila terjadi sesuatu akibat mainan ini,” tuturnya.
Hasrul berharap kesadaran bersama ini dapat menjaga ketenangan warga dalam beribadah.
“Mari kita jaga kondusifitas di kota yang kita cintai ini apalagi bertepatan bulan ramadan,” tutup Arul.
