07/03/2026

Majesty.co.id

News and Value

Personel Provos Kawal Pemakaman Remaja Diduga Ditembak Polisi di Makassar

2 min read
Betrand Eka Prasetya, remaja 18 tahun itu diduga menjadi korban penembakan anggota polisi yang bertugas di Polsek Panakkukang, Makassar.

Kolase foto. Mobil ambulans membawa jenazah Betrand Eka Prasetya Radiman korban dugaan penembakan oleh polisi dan personel Provos di lokasi rumah duka di Toddopuli 1, Panakkukang, Kota Makassar, Selasa (3/3/2026). (Foto: Majesty.co.id/Arya)


Majesty.co.id, Makassar – Jenazah korban penembakan, Betrand Eka Prasetya Radiman, di Kota Makassar telah dimakamkan pihak keluarga pada Selasa (3/3/2026). Proses pemakaman dijaga ketat polisi.

Betrand Eka Prasetya, remaja 18 tahun itu diduga menjadi korban penembakan anggota polisi yang bertugas di Polsek Panakkukang, Kota Makassar. Kejadiannya pada Minggu, 1 Maret 2026.

Sebelum dimakamkan, keluarga menggelar prosesi berkabung secara Kristen di rumah duka, Jalan Toddopuli 1, Kelurahan Paropo, Panakkukang.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Di lorong di bawah tenda terowongan, keluarga Betrand memanjatkan doa-doa. Beberapa anggota polisi berpakaian sipil terlihat di lokasi.

Di dalam rumah, terlihat jenazah Betrand disemayamkan di peti berwarna putih. Foto anak muda keturunan Toraja itu turut dihadirkan. Tangis keluarga tak terbendung sesaat peti jenazah dibawa ke mobil ambulans.

Di ujung lorong yang terhubung ke Jalan Letjen Hertasning, sudah terparkir mobil ambulans bertuliskan RS Wahidin. Di sana, dua anggota Polri dari Provost terlihat berjaga.

Kedua polisi berbaret itu meninggalkan lokasi saat mobil ambulans membawa Betrand ke peristirahatan terakhir di Pemakaman Kristen Pannara, Antang, Makassar.

Terlihat ratusan kendaraan yang mayoritas remaja ikut mengiringi mobil ambulans Betrand. Beberapa di antaranya terdengar berteriak “pembunuh”.

Ketua RW 06 Kelurahan Paropo, Jamaluddin mengaku kehilangan atas berpulangnya Betrand. Ia mengaku cukup mengenak remaja tersebut.

“Kami kehilangan. Meski terpaut usia yang cukup jauh,” kata Jamaluddin di rumah duka.

Betrand meninggal dunia dengan luka tembakan pada bagian pinggang.

Ia diduga ditembak saat seorang anggota polisi membubarkan aksi permainan tembak omega jeli di Jalan Toddopuli Raya, Minggu (1/3/2026) pagi.

Tetangga Betrand menyebut, Rumah Sakit Grestelina sempat menolak korban hingga akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polri.

Perwakilan keluarga, Gebran mengaku menyerahkan kasus hilangnya nyawa Betrand kepada pihak kepolisian untuk diusut tuntas.

“Kami menginginkan keamanan yang baik dan kondusif. Biarlah masalah ini ditangani pihak berwajib,” katanya saat membacakan pesan duka keluarga.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana dan Kapolsek Panakkukang Kompol Ema Ratna belum menjawab permintaan wawancara Majesty hingga berita ini ditayangkan.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.