Pemkot Makassar Berduka, Almarhum Andi Muh Yasir Dilepas dengan Penuh Hormat
3 min read
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menabur bunga di makam Andi Muhammad Yasir di TPU Panaikang, Sabtu (28/2/2026). (Foto: Humas Diskominfo Makassar)
Majesty.co.id, Makassar – Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan jenazah Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Makassar, almarhum Andi Muhammad Yasir, Sabtu (28/2/2026).
Upacara pelepasan jenazah Andi Muhammad Yasir dipimpin Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di rumah duka, Jalan Andi Mangerangi No. 5C, Kelurahan Bongaya, Kecamatan Tamalate.
Dengan penuh khidmat, Munafri memimpin upacara penghormatan sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas pengabdian almarhum selama mengemban amanah di lingkup Pemerintah Kota Makassar.
Almarhum yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar itu dikenal sebagai sosok pekerja keras, tenang, dan berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya.
Kurang-lebih 37 tahun mengabdi, kepergiannya meninggalkan duka tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan kerja dan masyarakat yang pernah merasakan kiprah pengabdiannya.
Setelah itu, jenazah Andi Muhammad Yasir dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Panaikang.
Dalam sambutannya, Munafri mengungkapkan bahwa kepergian almarhum merupakan kehilangan besar bagi Pemerintah Kota Makassar.
“Almarhum (Andi Muhammad Yasir), dikenal sebagai sosok aparatur sipil negara yang pekerja keras, loyal, dan memiliki integritas tinggi dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan,” tutur Munafri.
Munafri menuturkan, almarhum semasa hidupnya dikenal profesional dalam bekerja, juga pribadi yang ramah dan pandai bergaul.
Di lingkungan kerja, almarhum menjadi figur yang mampu menjembatani komunikasi, membangun koordinasi lintas sektor.
Serta menunjukkan dedikasi tinggi dalam mengemban amanah sebagai kepala Dinas di lintas SKPD hingga terakhir menjabat Asisten I yang membidangi pemerintahan dan kesejahteraan rakyat.
“Tak hanya sebagai pejabat publik, almarhum juga dikenal sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab,” tambah Appi, mengenang riwayat almarhum, sebagai pamong ASN Pemkot Makasssr.
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat, ditandai dengan penghormatan terakhir kepada almarhum sebelum diberangkatkan ke tempat pemakaman.
Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi kepergian almarhum menuju peristirahatan terakhirnya.
Kepada keluarga yang ditinggalkan, Munafri berpesan agar senantiasa diberi kekuatan, ketabahan, serta keteguhan hati dalam menghadapi cobaan tersebut.
Wali Kota juga menyampaikan, empati mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan, seraya menyadari bahwa kehilangan tersebut tentu sangat berpengaruh terhadap keseharian keluarga.
Terutama dalam peran almarhum membesarkan dan mendidik anak-anaknya agar kelak menjadi pribadi yang bermanfaat bagi negara, bangsa, dan agama.
Di hadapan para pelayat yang terdiri dari jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, ASN lingkup Pemkot Makassar, tokoh masyarakat, serta keluarga besar almarhum, Munafri mengajak seluruh pihak untuk melanjutkan cita-cita dan pengabdian yang telah dirintis almarhum semasa hidupnya.
“Sepeninggal almarhum, menjadi kewajiban kita semua yang masih hidup untuk melanjutkan cita-cita dan pengabdian beliau,” imbuh Munafri.
“Demikian pula kewajiban kita untuk senantiasa mendoakan, semoga almarhum mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT,” lanjut Appi, mendoakan almarhum.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka apabila semasa hidup almarhum terdapat sikap atau perkataan yang kurang berkenan di hati rekan kerja maupun masyarakat.
“Dengan penuh keikhlasan dan kerendahan hati, atas nama Pemerintah Kota Makassar dan keluarga, kami memohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya,” ucapnya.
