06/02/2026

Majesty.co.id

News and Value

Direstui Zulhas, Proyek PSEL Makassar Digeser dari Tamalanrea ke Antang

3 min read
Zulhas menegaskan bahwa TPA Antang adalah pilihan paling logis secara teknis maupun sosial untuk membangun PSEL di Makassar.
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas (kiri) berdialog dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di TPA Antang, Manggala, Kota Makassar, Jumat (6/2/2026). (Foto: Humas Diskominfo Makassar)

Majesty.co.id, Makassar — Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) bakal dibangun di kawasan TPA Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar yang sebelumnya hendak dibangun di Tamalanrea.

Proyek PSEL di Antang mendapat restu dari Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas di sela kunjungannya di TPA Antang bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Jumat (6/2/2026).

Zulhas menegaskan bahwa TPA Antang adalah pilihan paling logis secara teknis maupun sosial untuk membangun PSEL di Makassar.

Menurutnya, menggunakan lahan yang sudah ada jauh lebih efisien dibandingkan memaksakan lokasi baru di tengah permukiman.

IMG_20260206_005105
PlayPause
previous arrow
next arrow
Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

“Kalau di sini sudah memang disediakan tempat pembuangan akhir sampah, lebih gampang prosesnya dan akses keluar masuknya juga sudah ada. Kalau banyak perlawanan dari masyarakat menolak (di lokasi baru), susah itu,” kata Zulhas.

Zulhas juga menyoroti urgensi teknologi pengolahan sampah mengingat luas TPA Antang yang mencapai 19 hektare sudah mulai jenuh.

“Lama-lama ini bisa jadi gunung semua sampahnya kalau tidak segera diolah,” tambahnya.

Merespons arahan Menko Pangan, Munafri Arifuddin menyatakan siap memulai seluruh tahapan dari nol, termasuk melakukan proses tender ulang re-tender agar sesuai dengan regulasi dan arahan pemerintah pusat.

“Kami telah mendengarkan arahan langsung dari Bapak Menko Pangan. Kami pastikan semuanya dimulai dari nol dan seluruh proses akan kita mulai kembali dari tender awal,” tegas pria yang akrab disapa Appi ini.

Appi menjelaskan beberapa keunggulan pembangunan PSEL di TPA Antang. Salah satunya adalah efisiensi dari segi anggaran. Ia menyebut tidak memerlukan ongkos tambahan untuk pemindahan atau logistik baru.

Selain itu, kesiapan infrastruktur alur pengangkutan sampah menuju Antang sudah terbentuk selama puluhan tahun.

Di sisi lain, hal ini juga menghindari konflik dengan warga Tamalanrea dan justru membuka peluang pelibatan warga sekitar TPA Antang.

Saat ini, Pemkot Makassar tengah mematangkan ketersediaan lahan. Proyek PSEL tersebut diperkirakan membutuhkan area sekitar 5 hingga 7 hektare.

“Sekarang kita sudah membebaskan lahan baru sekitar empat hektare di bagian belakang TPA. Kami juga meminta BPN untuk mempercepat prosesnya. Tinggal menambah sekitar tiga hektare lagi agar alur operasionalnya lebih optimal,” ungkap Munafri.

Pemerintah Kota Makassar optimis dengan dukungan penuh dari kementerian terkait dan perubahan lokasi ke TPA Antang, proyek waste-to-energy ini dapat segera terealisasi sebagai solusi permanen penanganan sampah sekaligus penyedia energi baru terbarukan di Kota Makassar.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.