Golkar tunggu Petunjuk Polisi soal Kasus Ketua DPRD Soppeng Andi Farid
2 min read
Ilustrasi Golkar Sulsel. (Foto: Majesty.co.id/Arya)
Majesty.co.id, Makassar – DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan menunggu petunjuk kepolisian sebelum mengambil sikap terkait kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Ketua DPRD Soppeng, Andi Muhammad Farid.
Wakil Ketua Bidang Komunikasi Publik DPD I Partai Golkar Sulsel, La Kama Wiyaka menyebut, kasus Andi Farid sudah masuk ranah kepolisian Polres Soppeng.
Hal ini disampaikan La Kama Wilayaka usai massa menggelar unjuk rasa di kantor Golkar Sulsel, Jalan Bontolempangan, Kota Makassar, Senin (26/1/2026).
La Kama menyebut, Golkar Sulsel menghormati aspirasi massa. Ia menjelaskan pihaknya menunggu informasi dari pihak kepolisian mengenai dugaan Andi Farid memukul Kabid BKPSDM Soppeng.
“Karena sebenarnya itu sudah berproses di kepolisian di Soppeng, prosesnya di Soppeng dan kita menunggu hasilnya bagaimana kebenarannya itu informasi,” tutur La Kama saat dihubungi Majesty, Senin.
Selain itu, La Kama memastikan aspirasi pendemo soal putra Ketua Golkar Soppeng Andi Kaswadi Razak itu bakal dibawa ke dalam rapat pengurus.
“Nanti kalau rapat kita bahas itu. Tapi kita tunggu infonya polisi,” imbuh La Kama.
Massa yang mendemo kantor Golkar Sulsel mendesak partai beringin menindak Andi Muhammad Farid selaku kader dalam kasus pemukulan ASN Pemkab Soppeng.
Massa juga menuntut Golkar Sulsel untuk bersikap terbuka dan bertanggung jawab kepada publik atas dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan Andi Farid selaku legislator Golkar.
Sebelumnya, dalam sebuah pernyataan, kuasa hukum Andi Farid menampik kliennya menendang dan atau menganiaya Kabid BKPSDM Soppeng Rusman.
Andi Farid disebut hanya memprotes keputusan BKPSDM menempatkan 8 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di luar sekretariat DPRD Soppeng.
Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana belum menjawab permintaan wawancara Majesty terkait dugaan penganiayaan Andi Farid selaku terlapor.
