Pramugari Pesawat ATR Berhasil Diidentifikasi, Jenazahnya Relatif Utuh
2 min read
Kolase foto. Pramugari pesawat Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500, Florencia Lolita Wibisono dan proses evakuasi oleh Tim Basarnas di Gunung Bulusaraung, Pangkep. (Foto: Instagram/olen.flw/basarnas)
Majesty.co.id, Makassar — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi korban kedua kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Korban diketahui bernama Florencia Lolita Wibisono.
Jenazah Florencia yang merupakan pramugari pesawat ATR tersebut tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar pada Selasa (20/1/2026) malam dan langsung menjalani proses identifikasi oleh tim forensik.
Kepala Biddokkes Polda Sulsel, Kombes Pol dr. Muhammad Haris, mengatakan identifikasi dilakukan setelah jenazah diterima dari Basarnas dengan mencocokkan data ante-mortem dan post-mortem.
“Jenazah nomor post-mortem 62B.01 cocok dengan ante-mortem AM004 dan teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono,” kata Muhammad Haris dalam konferensi pers di Biddokkes Polda Sulsel, Rabu (21/1/2026).
Korban teridentifikasi sebagai perempuan berusia 33 tahun, beralamat di Apartemen Howard Tower, Pulau Gadung, Jakarta Timur. Proses identifikasi dilakukan menggunakan sejumlah parameter ilmiah.
“Identifikasi dilakukan melalui sidik jari, data gigi, properti, dan ciri medis,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Identifikasi Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Mashudi, menjelaskan tim DVI melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jenazah berkode PM 62B.01.
Menurutnya, kondisi jenazah masih relatif baik sehingga sidik jari dapat terbaca dengan jelas.
“Papiler pada sidik jari masih dapat terbaca, sehingga kami bisa langsung mengambil sidik jarinya,” kata Mashudi.
Ia menambahkan, proses identifikasi dilakukan dengan metode ilmiah melalui pembandingan data post-mortem dan ante-mortem.
“Kami melakukan pembandingan dengan mengambil sidik jari jempol tangan kiri dan mencocokkannya dengan data pembanding,” jelasnya.
Mashudi menegaskan, hasil pencocokan tersebut memberikan kepastian identitas korban.
“Secara ilmu pengetahuan, kami menyatakan bahwa yang bersangkutan adalah Florencia Lolita Wibisono. Kami sangat yakin berdasarkan keilmuan,” tegasnya.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro menyebut proses evakuasi korban berlangsung cukup sulit akibat medan dan cuaca ekstrem di lokasi kejadian.
“Saya disampaikan oleh Kepala Basarnas bahwa situasi dan kondisi di lapangan memang cukup sulit, sehingga membutuhkan waktu beberapa hari hingga korban dapat dievakuasi dan diidentifikasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak keluarga dalam pengambilan data ante-mortem dan memastikan proses identifikasi dilakukan sesuai standar internasional.
“Tadi telah disimpulkan bahwa korban yang teridentifikasi adalah saudari Florencia Lolita Wibisono. Pembuktian ini dilakukan secara saintifik dan diakui secara internasional dalam proses identifikasi korban,” pungkas Djuhandhani.
