JMSI dorong Media Lokal Jadi Pengungkit Mandegnya Ekonomi Biru di Daerah
3 min read
Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa (kiri) pada Dialog Strategis Nasional bertajuk “Ekonomi Biru Indonesia: Menjembatani Kebijakan Nasional dengan Implementasi Daerah” di Jakarta. (Foto: Istimewa)
Majesty.co.id, Jakarta — Potensi ekonomi biru Indonesia dinilai belum bergerak sepadan di tingkat daerah. Kesenjangan antara kebijakan nasional dan implementasi di wilayah pesisir, kepulauan, serta kawasan perbatasan masih menjadi tantangan utama pembangunan.
Persoalan tersebut mengemuka dalam Dialog Strategis Nasional bertajuk “Ekonomi Biru Indonesia: Menjembatani Kebijakan Nasional dengan Implementasi Daerah” yang digelar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pusat bersama Beyond Borders Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara di Universitas Sahid, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Ketua Umum JMSI Pusat, Teguh Santosa, menegaskan ekonomi biru berisiko terus berhenti sebagai wacana apabila suara daerah tidak masuk ke dalam arus utama kebijakan nasional.
Menurutnya, media daerah memiliki peran strategis sebagai penguji realitas kebijakan di lapangan.
“Media daerah menentukan apakah kebijakan pusat benar-benar bekerja di lapangan atau hanya berhenti di dokumen,” kata Teguh dalam keterangan tertulis.
Ia menyebutkan, JMSI memosisikan diri sebagai penghubung antara kebijakan nasional dan kondisi riil daerah melalui penguatan narasi media lokal, distribusi konten lintas provinsi, serta penjagaan standar etika dan profesionalisme pers.
Dialog tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Guru Besar Universitas Indonesia Martani Huseini, Guru Besar Politeknik AUP Maman Hermawan, serta Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun.
Kegiatan ini diikuti akademisi, mahasiswa, jurnalis, dan anggota JMSI dari berbagai daerah.
Dalam paparannya, Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun menjelaskan wilayahnya menjadi contoh daerah dengan potensi ekonomi biru dan pariwisata yang tumbuh konsisten.
Sepanjang 2025, kunjungan wisata ke Kepulauan Kei terus meningkat, terutama pada periode Juli hingga Oktober seiring musim liburan nasional dan penguatan promosi digital.
Data Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mencatat destinasi wisata dengan jumlah kunjungan tertinggi, yakni Air Terjun Soindrat sebanyak 18.275 pengunjung, Bukit Indah Bombay 16.275 pengunjung dan Air Terjun Bombay 14.250 pengunjung.
Kemudian, Pantai Ngursarnadan 13.851 pengunjung, serta Pantai Ngurtafur 10.910 pengunjung.
Wisatawan didominasi domestik dan lokal, dengan peningkatan signifikan wisatawan mancanegara pada semester kedua 2025.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Maluku Tenggara, Victor E. Budhi Toffi, menyampaikan bahwa Langgur berperan sebagai simpul utama transportasi dan layanan publik melalui Bandara Karel Sadsuitubun (LUV), sekaligus menjadi pintu masuk awal bagi seluruh aktivitas pariwisata di Kepulauan Kei.
Forum tersebut menegaskan pentingnya peran media daerah yang aktif dan kritis agar ekonomi biru tidak berhenti sebagai jargon pembangunan, melainkan menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan.
