12/01/2026

Majesty.co.id

News and Value

Seskab Teddy Tegaskan Bencana Sumatra Ditangani secara Nasional, Duit Rp60 Triliun Disiapkan

2 min read
Teddy menjelaskan, pemerintah langsung memobilisasi seluruh kekuatan nasional usai bencana Sumatra terjadi.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan keterangan pers tanggap bencana Sumatra. (Foto: Youtube BPMI Setpres)

Majesty.co.id, Jakarta — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa penanganan bencana banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah dilakukan pemerintah pusat dalam skala nasional sejak hari pertama kejadian, 26 November 2025.

Penegasan tersebut disampaikan Seskab Teddy menanggapi perdebatan mengenai penetapan status bencana nasional.

“Masih ada pihak-pihak yang terus membahas status bencana nasional. Bencana ini terjadi di tiga provinsi dan semuanya terdampak. Sejak hari pertama, 26 November, pemerintah pusat sudah melakukan penanganan skala nasional di tiga provinsi ini,” ujar Teddy dalam Konferensi Pers Perkembangan Penanggulangan Bencana Sumatera di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Teddy menjelaskan, pemerintah langsung memobilisasi seluruh kekuatan nasional usai bencana Sumatra terjadi.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Lebih dari 50 ribu personel gabungan TNI, Polri, Basarnas, serta relawan dikerahkan ke wilayah terdampak.

“Pada pekan pertama saja, sekitar 26 ribu personel TNI AD sudah berada di lokasi bencana,” jelasnya.

Selain personel, pemerintah juga mengerahkan lebih dari 100 unit armada, termasuk kapal laut, pesawat, dan helikopter untuk distribusi logistik.

Sekitar 1.000 unit alat berat dari Kementerian Pekerjaan Umum turut dikerahkan dari berbagai daerah guna mendukung evakuasi dan pemulihan infrastruktur.

Teddy juga membantah anggapan bahwa anggaran penanganan bencana tidak dapat digunakan jika status bencana nasional belum ditetapkan.

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto sejak awal telah menginstruksikan pengalokasian anggaran secara bertahap hingga Rp60 triliun.

“Seluruh 52 bupati dan wali kota langsung diberikan dana tunai pada hari itu juga. Kalau ada kebutuhan lain, tinggal disampaikan, pasti diberikan. Bantuan dari berbagai sumber juga sudah masuk ke kabupaten-kabupaten terdampak,” kata Teddy.

Ia mengakui pemulihan infrastruktur membutuhkan waktu karena banyak jalan dan jembatan yang putus. Namun, perbaikan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak.

“Jembatan bisa selesai dalam tujuh sampai sepuluh hari. Yang bekerja bukan satu dua orang, tapi semua unsur terlibat, termasuk warga setempat,” ujarnya.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.