Makassar Dinobatkan sebagai Kota Toleransi oleh Kemenag
2 min read
Festival Jappa Jokka Cap Go Meh sebagai salah satu simbol toleransi beragama di Kota Makassar. (Foto: Humas Diskominfo Makassar)
Majesty.co.id, Makassar — Kota Makassar meraih penghargaan nasional Harmony Award 2025 untuk kategori Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kinerja Terbaik.
Makassar dinobatkan sebagai kota Harmony oleh Kementerian Agama ini diumumkan pada di Hotel DoubleTree Hilton Kemayoran, Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Sekretaris FKUB Kota Makassar, Usman Sofian, menyebut penghargaan kota toleransi ini lahir dari kerja kolaboratif seluruh unsur.
“Penghargaan ini lahir dari kerja panjang dan sinergi yang solid antara pemerintah Kota Makassar, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta komunitas akar rumput yang terus mengedepankan dialog, kebersamaan, dan toleransi sebagai fondasi pembangunan kota,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Ia menegaskan komitmen Makassar menjaga keberagaman sebagai kekuatan pemersatu. “Pencapaian ini tidak terlepas dari dukungan penuh Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin,” tuturnya.
Ketua FKUB Makassar, Arifuddin Ahmad, menambahkan bahwa ini adalah pencapaian bersejarah karena Makassar untuk pertama kalinya masuk nominasi sekaligus meraih penghargaan tersebut.
“Penghargaan yang diberikan Kementerian Agama RI ini menjadi pengakuan atas kerja kolektif seluruh unsur di Kota Makassar dalam merawat kerukunan dan memperkuat toleransi antarumat beragama,” ujarnya.
Program yang menjadi penilaian meliputi dialog lintas agama, sosialisasi regulasi kerukunan, mediasi konflik rumah ibadah, forum Ngopi Kerukunan, penyusunan regulasi daerah, aplikasi Makassar Sikatutui, layanan rohani pasien, hingga pembentukan agen moderasi beragama di 153 kelurahan.
Pendekatan yang digunakan FKUB adalah konsep Triasi—literasi, interaksi, dan rekreasi—untuk memperkuat hubungan antarumat beragama.
Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sambutannya menyatakan bahwa Indonesia mencatat indeks harmoni tertinggi sepanjang sejarah.
“Data menunjukkan bahwa kita berada pada tahun indeks harmoni tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Kita harus bersyukur, sekaligus bertanggung jawab untuk memelihara harmoni ini,” jelasnya.
“Tidak mungkin terwujud kerukunan tanpa harmoni, dan harmoni tidak mungkin terwujud tanpa kesediaan kita untuk menerima perbedaan,” tambahnya.
Sekjen Kemenag, Kamaruddin Amin, menyebut penghargaan ini sebagai pengakuan atas kerja nyata daerah.
“Penghargaan ini sekaligus menjadi dorongan agar mereka terus berinovasi dan memperluas dampak kerukunan hingga ke tingkat paling bawah,” ujarnya.
Dengan raihan ini, Makassar resmi menegaskan diri sebagai kota yang mampu menjaga toleransi dan merawat keberagaman secara berkelanjutan. (Ril/Adv)
