Gedung Baru DPRD Sulsel Dibangun 5 Lantai, 85 Anggota Dewan Punya Ruangan Khusus
4 min read
Desain gedung baru kantor DPRD Sulsel di Kota Makassar saat dipaparkan dalam rapat kerja Komisi D DPRD Sulsel pada Selasa (29/9/2026). (Foto: Istimewa/HO)
Majesty.co.id, Makassar — Gedung utama kantor DPRD Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, akan dibangun ulang dengan 5 lantai. Rekonstruksi dilakukan pasca rusak dibakar massa pada 30 Agustus 2025.
Jika gedung utama tempat rapat paripurna dibangun 5 lantai, maka tower kesekretariataan DPRD Sulsel dirancang setinggi delapan lantai.
Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid, mengatakan hal tersebut seusai memimpin rapat kerja membahas proyek tersebut di kantor sementara, Kota Makassar, Selasa (29/9/2026).
Kadir mengatakan, enam gedung dalam proyek rehabilitasi dan rekonstruksi telah selesai.
“Saat ini ada enam gedung yang sudah selesai. Yang belum selesai adalah gedung paripurna dan gedung kesekwanan. Dalam rapat tadi, kita meminta penjelasan terkait desain kedua gedung tersebut,” kata Kadir.
Menurut Kadir, pihak balai telah memaparkan desain gedung paripurna yang terdiri atas lima lantai dan gedung kesekwanan delapan lantai.
Lantai dasar kedua gedung akan difungsikan sebagai area parkir, bukan ruang perkantoran. Area tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 130 kendaraan.
“Untuk lantai dasar kedua gedung tersebut seluruhnya digunakan sebagai area parkir. Kapasitasnya diperkirakan kurang lebih 130 kendaraan,” ujarnya.
Khusus gedung kesekwanan, lantai dua dan tiga akan digunakan untuk kebutuhan kesekretariatan dewan.
Sementara lantai berikutnya, akan menyediakan ruangan khusus untuk 85 anggota dewan.
“Di gedung kesekwanan yang terdiri atas delapan lantai, juga sudah disiapkan ruangan untuk masing-masing anggota DPRD. Jadi, setiap anggota nantinya memiliki ruangan tersendiri,” katanya.
Komisi D DPRD Sulsel juga meminta perubahan desain ruang Badan Anggaran (Banggar) di lantai dua gedung tower.
Kadir menilai ruangan tersebut terlalu sempit untuk menampung seluruh peserta rapat Banggar yang dapat mencapai puluhan orang.
“Kita meminta adanya perubahan desain karena ruangan tersebut terlalu sempit. Kita minta agar dikembalikan ke posisi awal karena ruang Banggar digunakan sekitar 40 orang,” kata Kadir.
Menurut dia, jumlah peserta rapat Banggar bisa mencapai 50 hingga 60 orang karena selain anggota Banggar, rapat juga dihadiri Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Kalau menggunakan desain yang sekarang, ruangan tersebut tidak akan cukup. Apalagi selain anggota Banggar, ada juga tim TAPD, sehingga jumlahnya bisa mencapai 50 hingga 60 orang,” ujarnya.
Lelang Ditargetkan Desember 2026
Kadir mengatakan anggaran pembangunan telah tersedia. Desain gedung paripurna dan gedung kesekwanan ditargetkan rampung pada 20 November 2026.
Setelah desain selesai, proses lelang ditargetkan berlangsung pada Desember 2026. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pekerjaan fisik dapat dimulai pada Januari 2027.
“Desain gedung paripurna dan gedung kesekwanan ditargetkan selesai pada 20 November. Kemudian, pada Desember sudah mulai proses lelang. Mudah-mudahan pada Desember juga sudah ada pemenangnya, sehingga pada Januari pekerjaan sudah bisa mulai dilaksanakan,” tutur Kadir.
Pembangunan kedua gedung tersebut diperkirakan membutuhkan waktu minimal 16 bulan hingga maksimal sekitar 24 bulan.
Kadir juga menyebut DPRD Sulsel masih berpotensi menggunakan atau menyewa lokasi sementara selama sekitar satu tahun ke depan sebelum seluruh fasilitas selesai.
“Masih ada kemungkinan, bahkan kemungkinannya cukup besar. Kita masih kemungkinan harus menyewa atau meminjam tempat ini kurang lebih satu tahun lagi,” katanya.
Kebutuhan Listrik 400 KWH
Rapat juga membahas kebutuhan listrik untuk kompleks DPRD Sulsel. Kadir mengatakan pihak balai telah bersurat kepada PLN untuk meminta penambahan daya, termasuk pengadaan gardu induk.
“Untuk kondisi dan kebutuhan saat ini, kita mengajukan sekitar 400 KWH. Kapasitas tersebut sudah mencukupi,” kata Kadir.
Namun, kebutuhan daya listrik akan kembali meningkat setelah gedung tower, gedung kesekwanan, dan gedung paripurna selesai dibangun.
“Apabila seluruh pembangunan selesai, tentunya akan ada kebutuhan tambahan daya listrik. Jadi, kapasitas listrik nantinya pasti akan ditambah lagi,” ujarnya.
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.
