Jokowi Pertegas sebagai Kader PSI, Pamer KTA hingga Ingatkan Hati-Hati
3 min read
Joko Widodo alias Jokowi memperlihatkan Kartu Tanda Anggota Partai Solidaritas Indonesia di Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026). (Foto: Istimewa)
Majesty.co.id, Bandung — Presiden ke-7 RI Joko Widodo secara terbuka menegaskan dirinya telah menjadi anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Penegasan itu disampaikan Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Bandung di Grand Pasundan, Jalan Pasteur, Bandung, Sabtu (26/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi memperlihatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI miliknya di hadapan ratusan kader. Ia menyebut telah menjadi bagian dari keluarga besar PSI sejak 14 Oktober 2025.
“Supaya tahu semuanya, bahwa saya itu sudah masuk menjadi keluarga besar PSI. Itu sudah 14 Oktober 2025,” ujar Jokowi.
Jokowi mengatakan dirinya sengaja memperlihatkan KTA tersebut untuk menjawab keraguan publik mengenai status keanggotaannya di PSI. Momen itu pun menjadi salah satu sorotan utama dalam Rakorda PSI Kota Bandung.
Dalam forum yang sama, Jokowi yang mmenyampaikan keyakinannya bahwa PSI akan berkembang menjadi partai besar.
“Ini partai baru, tapi juga hati-hati. Meskipun partai baru, hati-hati, ini akan menjadi partai besar,” kata Jokowi kepada kader.
Menurut Jokowi, perkembangan PSI mulai mendapat perhatian dari banyak pihak. Ia bahkan menyebut sudah ada pihak yang merasa khawatir dengan perkembangan partai tersebut.
“Tetapi sekarang ini sudah banyak yang ketakutan,” tegasnya.
Jokowi kemudian mempertanyakan alasan sejumlah pihak mengkhawatirkan PSI yang masih tergolong sebagai partai baru.
“Wong sama partai baru saja kok takut,” ujarnya.
Ia pun meminta kader PSI untuk percaya diri dan tidak ragu menghadapi persaingan politik.
Tak Masalah Ambang Batas
Jokowi juga mengingatkan kader PSI agar tidak menjadikan parliamentary threshold atau ambang batas parlemen sebagai beban dalam menghadapi Pemilu 2029.
Menurutnya, target PSI tidak hanya sekadar berhasil masuk ke Senayan.
“Target kita bukan hanya masuk Senayan,” tegas Jokowi.
Ia menyebut besaran parliamentary threshold bisa saja berada di kisaran 5 hingga 8 persen. Namun, berapa pun angka yang nantinya ditetapkan, Jokowi menilai hal tersebut tidak boleh membuat kader PSI berhenti bekerja.
Sebelumnya, pada Kamis (24/9/2026), Jokowi juga menyampaikan optimismenya mengenai peluang PSI masuk parlemen pada Pemilu 2029.
Saat ditanya mengenai peluang PSI jika ambang batas parlemen dinaikkan, Jokowi menekankan bahwa PSI saat ini masih berstatus sebagai partai nonparlemen.
Karena itu, menurut dia, hal yang paling penting adalah kerja keras seluruh kader.
“Ya PSI ini kan masih nonparlemen. Jadi yang paling penting ya semuanya bekerja keras. Iya optimis, optimis, optimis,” kata Jokowi.
Terkait besaran ambang batas parlemen, Jokowi menyatakan tidak mempersoalkan angka yang nantinya diputuskan.
“Mau 5 oke, mau 6 oke, mau 7 oke, mau 8 oke,” ujarnya.
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.
