Kantor Golkar Sulsel Didemo Gegara Kasus Ketua DPRD Soppeng
2 min read
Wakil Ketua Bidang Komunikasi Publik DPD I Partai Golkar Sulsel La Kama Wiyaka saat menerima aspirasi pendemo di kantor Golkar Sulsel, Jalan Botolempangan, Kota Makassar, Senin (26/1/2026). (Foto: Istimewa/HO)
Majesty.co.id, Makassar – Kantor DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan didatangi massa pendemo di Jalan Botolempangan, Kota Makassar, Senin (26/1/2026). Mereka mendesak partai beringin menindak Ketua DPRD Soppeng, Andi Muhammad Farid.
Demo soal ketua DPRD Soppeng di kantor Golkar Sulsel digelar oleh Public Research Institute. Massa menuntut Golkar mengambil sikap tegas terhadap Andi Farid dalam kasus pemukulan.
Wakil Ketua Bidang Komunikasi Publik Golkar Sulsel, La Kama Wiyaka mengaku mewakili pengurus menerima aspirasi pendemo ketua DPRD Soppeng.
“Demo ketua DPRD Soppeng tadi. Kita akan bawa ke rapat untuk dibicarakan soal tuntutannya,” kata La Kama saat dihubungi sambungan WhatsApp.
La Kama menyebut, Golkar Sulsel menghormati aspirasi massa. Ia menjelaskan pihaknya menunggu informasi dari pihak kepolisian mengenai dugaan Andi Farid memukul Kabid BKPSDM Soppeng.
Selain menggelar demo di kantor Golkar Sulsel, massa diketahui juga berunjuk rasa di markas Polda Sulsel.
Dalam pernyataan sikapnya, massa meminta Polda Sulsel melakukan supervisi atas dugaan kasus penganiayaan Andi Farid di Soppeng.
Massa juga menuntut Golkar Sulsel untuk bersikap terbuka dan bertanggung jawab kepada publik atas dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan Andi Farid selaku legislator Golkar.
Sebelumnya, dalam sebuah pernyataan, kuasa hukum Andi Farid menampik kliennya menendang dan atau menganiaya Kabid BKPSDM Soppeng Rusman.
Andi Farid disebut hanya memprotes keputusan BKPSDM menempatkan 8 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Putra mantan Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak itu mengaku keberatan sejumlah pegawai sekretariat DPRD Soppeng ditempatkan di instansi lain.
