Relawan Medis UMI Layani Penyintas Gempa di Lalong Manggarai
3 min read
Warga penyintas gempa di Desa Lalong, Kecamatan Wae Ri’i, Manggarai, saat ditangani relawan Medis Universitas Muslim Indonesia. (Foto: Istimewa/HO)
Majesty.co.id, Manggarai – Getaran gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada pertengahan Agustus 2026 masih menyisakan trauma bagi warga Desa Lalong, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai.
Sebanyak 72 rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat. Kondisi tersebut membuat puluhan keluarga harus meninggalkan rumah dan bertahan di tenda darurat maupun rumah adat yang difungsikan sebagai posko pengungsian.
Malam hari menjadi waktu yang penuh kecemasan bagi warga. Selain harus menghadapi suhu dingin, mereka masih dihantui kekhawatiran terhadap kemungkinan gempa susulan.
Di tengah kondisi tersebut, Tim Relawan Medis Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang dipimpin Wakil Rektor II Zakir Sabara bersama Asian Medical Doctors Association (AMDA) mendatangi Desa Lalong pada Senin (24/8/2026) malam.
Kehadiran tim medis tersebut disambut warga dan tokoh adat setempat. Salah seorang penyintas, Alfensius Nampar, mengaku kehadiran relawan membuat warga merasa tidak sendirian menghadapi kondisi pascabencana.
“Sejak kemarin kami dapat informasi bahwa bapak mau kunjung ke sini, kami sudah tidak merasa sendiri,” ungkap Alfensius dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8/2026).
Ia menyambut kedatangan tim Medis UMI bersama tokoh adat Matius Ma. Bagi warga Desa Lalong, kedatangan relawan dari Makassar menjadi salah satu bentuk kepedulian yang mereka rasakan secara langsung setelah bencana.
Posko pengungsian kemudian dimanfaatkan sebagai lokasi pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.
Tim medis yang dikoordinasikan Dokter Berry Erida Hasbi memeriksa 78 warga, terdiri atas tujuh anak-anak, 40 orang dewasa, dan 31 lansia.
Pemeriksaan dilakukan terhadap berbagai keluhan kesehatan yang dialami warga, mulai dari flu dan demam hingga hipertensi. Tim juga memberikan obat-obatan sesuai kebutuhan warga yang diperiksa.
Selain pelayanan kesehatan, relawan UMI bersama AMDA menyalurkan bantuan berupa tenda dan selimut kepada penyintas.
Zakir menekankan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar pemenuhan kebutuhan material, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
Bagi UMI, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat dengan menerapkan ilmu dan kompetensi secara langsung di tengah kondisi darurat.
Melalui pelayanan kesehatan dan bantuan dasar tersebut, tim relawan berharap dapat membantu meringankan beban penyintas sekaligus memberikan rasa aman selama masyarakat menjalani masa pemulihan pascagempa.
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.
