BPBD Catat 545 Warga Makassar Mengungsi Akibat Banjir
2 min read
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Kepala Pelaksana BPBD Makassar Fadli Tahar mengecek posko pengungsi banjir di Manggala. (Foto: Istimewa)
Majesty.co.id, Makassar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat sebanyak 545 warga terpaksa mengungsi akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah pada Rabu, 26 Februari 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, menjelaskan bahwa ratusan warga tersebut berasal dari 169 Kepala Keluarga (KK).
Para pengungsi saat ini terpusat di dua kecamatan yang paling parah terdampak, yakni Manggala dan Biringkanaya.
Kondisi ini dilaporkan langsung saat peninjauan lokasi di Blok 8, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Rabu (25/2/2026).
“Jumlah pengungsi ada 545 jiwa atau 169 KK yang saat ini berada di posko,” ujar Fadli melalui sambungan telepon kepada Majesty.
Ia menjelaskan bahwa terdapat lima kecamatan yang terdampak banjir, namun titik pengungsian hanya terkonsentrasi di dua wilayah tersebut.
Saat ini pihak BPBD telah mengoperasikan enam posko pengungsian untuk menampung seluruh warga yang terdampak. Seluruh data pengungsi dipastikan telah tercatat dengan baik agar mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.
BPBD Kota Makassar merincikan sebaran pengungsi di enam lokasi, termasuk di Masjid Jabal Nur Manggala yang menampung 12 KK atau 36 jiwa.
Titik lainnya adalah Masjid Yuda Alfatih dengan 7 KK atau 27 jiwa, serta Masjid Lailatul Qadar BTP Blok AF sebanyak 67 KK atau 232 jiwa. Pengungsian juga didirikan di SD Paccerakkang yang menampung 24 KK atau 86 jiwa, serta Masjid Nurul Ikhlas dengan 40 KK atau 133 jiwa.
Lokasi terakhir berada di Masjid Al Ramun Kelurahan Paccerakkang yang mencatat ada 9 KK dengan total 31 jiwa.
Fadli mengatakan bahwa komunikasi lintas sektor telah dilakukan untuk mengupayakan pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi di posko-posko tersebut.
“Untuk pengungsian, seperti contoh ada sarung, alas tidur. Untuk bahan makanan Dinas Sosial, shelternya Dinas Sosial serahkan untuk makanan,” katanya.
Penulis: Suedi
