22/01/2026

Majesty.co.id

News and Value

Tim SAR temukan 6 Jenazah Pesawat ATR, Kini Tersisa 2 Korban Lagi

3 min read
Tim SAR gabungan dilaporkan berhasil menemukan enam jenazah korban pesawat ATR milik Indonesia Air Transport di jurang Gunung Bulusaraung.
Kolase foto. Benda diduga serpihan pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Kabupaten Maros, Sabtu (17/1/2026). (Foto: Facebook/Aidil Kurir Pangkep/Jetphotos).

Majesty.co.id, Pangkep — Operasi pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, membuahkan hasil signifikan pada hari keenam, Kamis (22/1/2026).

Tim SAR gabungan dilaporkan berhasil menemukan enam jenazah korban pesawat ATR milik Indonesia Air Transport di jurang Gunung Bulusaraung.

Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, menyampaikan bahwa laporan penemuan dari tim Elang 1 hingga Elang 5 diterima mulai pukul 09.30 WITA.

Hingga pukul 10.46 WITA, total enam jenazah baru telah teridentifikasi di lokasi.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Jenazah ditemukan tersebar di area yang cukup sulit dijangkau. Berdasarkan keterangan Kolonel Dody, titik penemuan berada di sisi selatan dari lokasi korban pertama yang ditemukan sebelumnya.

“Enam jenazah ini ditemukan dengan posisi tersebar dalam radius sekitar 50 meter dari titik penemuan pertama, dengan jarak kurang lebih 250 meter dari puncak,” ujar Dody di Posko AJU, Desa Tompobulu.

Ia menambahkan bahwa posisi keenam jenazah tersebut berada sekitar 100 meter lebih dalam ke arah jurang.

Saat ini, tim masih melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi guna memastikan seluruh korban telah ditemukan.

Hingga hari keenam, total temuan mencapai delapan jenazah dan satu potongan tulang lengan. Namun, kondisi medan dan kondisi fisik jenazah menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.

“Kondisi jenazah dilaporkan sudah membengkak, sehingga proses pemasukan ke dalam kantong jenazah tidak mudah, ditambah medan jurang yang hampir sama sulitnya dengan proses evakuasi korban sebelumnya,” kata Dody.

Dengan demikian, tersisa dua korban lagi dari penumpang pesawat ATR 42-500 yang jatuh pada Sabtu (17/1/2026).

Sebelumnya, Tim SAR gabungan juga menemukan dua korban salah satunya adalah pramugari Florencia Lolita Wibisono dan pegawai KKP, Deden Maulana.

Untuk proses pengangkatan dari jurang, tim vertical rescue Basarnas telah disiagakan di puncak Gunung Bulusaraung.

“Kita doakan bersama proses evakuasi ini bisa berjalan lancar, sehingga seluruh jenazah dapat diangkat menuju puncak, kemudian dievakuasi ke posko untuk selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara,” jelasnya.

Guna mencari dua korban lain yang masih hilang, Tim SAR gabungan membagi area menjadi beberapa zona dengan kode warna khusus. Hal ini dilakukan untuk menyisir kontur jurang yang ekstrem secara lebih menyeluruh.

Terkait transportasi evakuasi menuju RS Bhayangkara, tim SAR telah menyiapkan dua skema yaitu jalur udara dan darat.

Jika evakuasi via udara, tim SAR sudah menyiapkan helikopter jika cuaca mendukung, dengan titik jemput di lapangan bola Desa Tompobulu.

Jika cuaca buruk, evakuasi akan tetap dilakukan secara manual melalui jalur darat. “Kami tidak ingin terburu-buru. Keselamatan personel rescue tetap menjadi prioritas utama,” tegas Dody.

“Yang terpenting, kita bersyukur sudah delapan korban ditemukan dan satu bagian tubuh. Mudah-mudahan jumlah ini bisa bertambah seiring penyisiran yang terus dilakukan,” pungkasnya.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.