20/10/2026

Majesty.co.id

News and Value

Kantor Maxim Makassar Disegel Ojol Buntut 4 Tuntutan Tak Dipenuhi

3 min read
Aksi tersebut merupakan buntut dari empat tuntutan ojol Maxim yang dinilai belum dipenuhi manajemen perusahaan. Salah satunya soal BPJS Ketenagakerjaan.
Massa pengemudi ojol menyegel kantor Maxim Cabang Makassar di Citraland Celebes, Gowa, Selasa (20/10/2026). (Foto: Majesty.co.id/Arya)

Majesty.co.id, Gowa — Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Koalisi Ojol Nasional menggelar aksi unjuk rasa hingga menyegel kantor Maxim Cabang Makassar di Perumahan Citraland Celebes, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (20/10/2026).

Advertisement
Banner DPRD Sulsel

Aksi tersebut merupakan buntut dari empat tuntutan ojol Maxim yang dinilai belum dipenuhi manajemen perusahaan meski telah disampaikan sejak 8 Oktober 2026.

Advertisement
Banner Palopo

Ketua DPD Koalisi Ojol Nasional Wilayah Sulawesi Selatan, Rizal Haq, mengatakan penyegelan dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan perusahaan yang dianggap merugikan mitra pengemudi.

“Kami membawa aspirasi teman-teman. Dari empat tuntutan itu, kenapa sampai terjadi aksi penyegelan? Karena teman-teman manajemen Maxim Cabang Makassar tidak memenuhi apa yang menjadi tuntutan kami,” kata Rizal kepada Majesty.co.id di lokasi aksi.

Berdasarkan pantauan, massa memasang spanduk berisi empat tuntutan pada bangunan kantor Maxim yang berlantai dua.

Sebelum penyegelan berlangsung, pihak perusahaan memulangkan seluruh karyawannya. Aparat kepolisian juga terlihat berjaga ketat di sekitar lokasi aksi.

Empat Tuntutan Driver Maxim


Rizal menjelaskan, tuntutan pertama adalah penghapusan program Fokus atau sistem shift berbayar yang dinilai memberatkan mitra pengemudi.

Kedua, pengemudi mempertanyakan iuran BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp10 ribu per bulan yang menurut mereka telah dibayarkan, tetapi belum memberikan manfaat perlindungan sebagaimana mestinya.


 

Unjuk rasa pengemudi ojol di kantor Maxim Cabang Makassar, Selasa (20/10/2026). (Foto: Majesty.co.id/Arya)

Rizal mengklaim persoalan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa kejelasan layanan yang diterima mitra pengemudi.

“Sudah lama, Pak. Sudah bertahun-tahun dan tidak ada layanan yang didapatkan oleh teman-teman,” ujarnya.

Tuntutan ketiga berkaitan dengan biaya platform atau potongan aplikasi yang disebut melebihi 8 persen.

Pengemudi menilai besaran potongan tersebut semakin membebani pendapatan mereka.

“Yang ketiga adalah platform fee. Fee platform adalah potongan terhadap aplikasi yang di atas dari 8 persen yang kami anggap mencekik,” jelas Rizal.

Sementara tuntutan keempat adalah penghentian sementara pendaftaran mitra baru Maxim.

Menurut Rizal, perusahaan masih gencar membuka pendaftaran pengemudi baru di tengah kondisi jumlah pesanan yang dinilai semakin sulit diperoleh mitra aktif.

Ia menilai manajemen Maxim Makassar perlu mempertimbangkan keseimbangan antara jumlah pengemudi dan ketersediaan pesanan sebelum kembali membuka pendaftaran.

Rizal mengatakan aksi tersebut merupakan kelanjutan dari penyampaian aspirasi yang telah dilakukan sejak 8 Oktober 2026.

Sebanyak sembilan komunitas pengemudi ojol bergabung dalam aksi kali ini untuk mendesak perusahaan memberikan kepastian atas empat tuntutan tersebut.

Koalisi Ojol Nasional menegaskan penyegelan kantor Maxim akan terus dilakukan hingga manajemen memenuhi tuntutan para pengemudi.

“Sampai tuntutan kami dipenuhi,” tegas Rizal saat ditanya mengenai batas waktu penyegelan kantor.

Hingga aksi berlangsung, empat tuntutan tersebut menurut koalisi belum memperoleh penyelesaian dari pihak manajemen Maxim Cabang Makassar.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.