21/07/2026

Majesty.co.id

News and Value

Aliyah Paparkan Kemajuan Smart City Makassar di Forum Kota Cerdas ASEAN

3 min read
Forum ini menjadi wadah berbagi praktik terbaik sekaligus memperkuat kolaborasi pembangunan kota cerdas yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan ASEAN.
Kepala Dinas Kominfo Makassar Muh. Roem mendampingi Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham pada Forum ASEAN Smart Cities Network di Bayuwangi. (Foto: Humas Diskominfo Makassar)

Majesty.co.id, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, memaparkan perkembangan transformasi Smart City Kota Makassar dalam The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting 2026 di Banyuwangi, Senin (20/7/2026).

Dalam forum yang mempertemukan perwakilan negara-negara ASEAN, kota-kota anggota ASCN, serta Kementerian Dalam Negeri tersebut, Aliyah didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muh. Roem.

Banyuwang menjadi tuan rumah pertemuan tahunan ASCN yang berlangsung pada 20–21 Juli 2026.

Forum ini menjadi wadah berbagi praktik terbaik sekaligus memperkuat kolaborasi pembangunan kota cerdas yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan ASEAN.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Dalam paparannya, Aliyah menjelaskan perjalanan transformasi digital Kota Makassar yang diawali melalui keberhasilan implementasi program Smart Health Care pada periode 2023–2025.

Program tersebut meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan telemedicine, penanganan kondisi darurat, serta layanan kesehatan digital yang kini mulai diintegrasikan ke dalam Lontara+ Super App.

“Transformasi Smart City bukan hanya menghadirkan teknologi, tetapi memastikan setiap inovasi benar-benar memberikan kemudahan dan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, seluruh layanan publik kami arahkan terintegrasi dalam satu ekosistem digital melalui Lontara+,” kata Aliyah dalam keterangan tertulis.

Aliyah menjelaskan, Makassar saat ini mengembangkan lima program utama Smart City, yakni Lontara+ Super App, Makassar Creative Hub, Makassar Incubator Center, City Security Surveillance and Command Center, serta Stadion Internasional Makassar.

Kelima program tersebut menjadi fondasi pengembangan layanan pemerintahan digital, inovasi, kewirausahaan, keamanan publik, pengembangan masyarakat, hingga infrastruktur perkotaan.

Ia juga memaparkan peta jalan pengembangan Lontara+ yang mulai 2026 akan mengintegrasikan berbagai layanan publik, mulai dari administrasi kependudukan, perizinan usaha, perpajakan, profil warga, layanan kesehatan, penanggulangan bencana, transportasi pintar, pariwisata, hingga layanan hukum dalam satu platform.

Sejak diluncurkan pada Juli 2025, Lontara+ telah mencatat lebih dari 4,3 juta akses layanan dan menyelesaikan lebih dari 20 ribu laporan masyarakat.

Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat infrastruktur digital, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mempercepat penyelesaian pengaduan agar kualitas layanan semakin optimal.

Selain itu, Aliyah memperkenalkan Makassar Creative Hub sebagai pusat kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan investor.

Sementara Makassar Incubator Center telah mendampingi ribuan pelaku UMKM melalui program inkubasi bisnis, sertifikasi, pendampingan, pembiayaan, hingga akses pasar.

Di sektor keamanan, Makassar terus mengembangkan Command Center 112 yang mengintegrasikan layanan darurat, pemantauan CCTV, serta koordinasi lintas instansi secara real-time.

Ke depan, sistem tersebut akan diperkuat dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk analisis prediktif, deteksi insiden secara lebih cepat, dan pengambilan keputusan yang lebih efektif dengan tetap mengedepankan keamanan siber serta tata kelola data.

Aliyah menegaskan keberhasilan transformasi Smart City tidak dapat dicapai secara sendiri.

Karena itu, Makassar membuka peluang kolaborasi melalui jaringan ASEAN Smart Cities Network dalam pengembangan AI, big data, Internet of Things (IoT), digital twin, teknologi hijau, keamanan siber, pengembangan kapasitas, hingga pertukaran pengetahuan antarkota.

“Melalui kolaborasi di ASEAN Smart Cities Network, kami ingin terus belajar, berbagi pengalaman, sekaligus membangun kemitraan untuk mewujudkan Makassar sebagai kota yang semakin cerdas, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan,” tutupnya.

Pada pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi turut memaparkan keberhasilan program Smart Kampung sebagai salah satu praktik terbaik pengembangan smart city di kawasan ASEAN.

Program tersebut dinilai berhasil mengintegrasikan digitalisasi pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas layanan pemerintahan hingga tingkat desa.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.