Anggaran Siap, Pemkot Makassar Gandeng YOSS Sulap Karebosi Lebih Modern
3 min read
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (kiri) dan Ketua Dewan Pembina YOSS Andi Ilhamsyah Mattalatta dalam pertemuan membahas Lapangan Karebosi. (Foto: Humas Diskominfo Makassar)
Majesty.co.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar akan menggandeng Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) untuk mengelola dan mengembangkan kawasan olahraga Lapangan Karebosi.
Pengelolaan Karebosi dibahas dalam pertemuan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi dengan Ketua Dewan Pembina YOSS Andi Ilhamsyah Mattalatta di Balai Kota, Jumat (19/12/2025).
Appi mengatakan, Pemkot Makassar kini memiliki dasar hukum yang kuat untuk melanjutkan proyek revitalisasi Lapangan Karebosi. Anggaran pun sudah siap.
“Pertemuan ini menjadi titik terang, Tujuanya bagaimana pembangunan lapangan Karebosi direalisasikan menjadi jadi ikon kota,” ujar Appi dalam keterangan tertulis, Jumat (19/12/2025).
“Tidak mungkin semua ini berjalan tanpa kepastian hukum dan infrastruktur pendukung. Karena itu saya berharap kita bisa lakukan ini duuduk bersama-sama, membahas terbaik,” sambung Appi.
Appi menyebut, Pemkot Makassar sudah mengantongi sertipikat Hak Pengelolaan Lahan (HPL) atas kawasan Lapangan Karebosi seluas 107.500 meter persegi. Dokumen itu terbit belum lama ini.
Appi menjelaskan, kepastian status aset ini menjadi sangat penting, sesuai permintaan aparat hukum agar pemda lebih serius menjaga dan melindungi aset negara.
Menurut Appi, selama ini banyak aset pemerintah yang hilang atau berpindah tangan secara tidak sah.
Appi juga mengungkapkan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan pihak lain mengelola lapangan tenis, basket, dan voli Karebosi.
“Karena itu kami lakukan proteksi dan penertiban. Aset negara tidak boleh dikelola tanpa dasar hukum yang jelas dan tanpa memberikan kontribusi resmi,” katanya.
Selain itu, kondisi fisik kawasan Karebosi yang mangkrak sudah sangat memprihatinkan.
Terkait proyek revitalisasi sebelumnya, Appi membeberkan bahwa Lapangan Karebosi sempat ditenderkan pada tahun 2023 dan dilaksanakan pada 2024.
Bahkan, kontraktor telah menerima uang muka sebesar 30 persen. Namun realisasi pekerjaan di lapangan hanya mencapai sekitar 7 persen.
“Ironisnya, 7 persen itu hanya pekerjaan tiang pancang beton di tengah lapangan. Ini menjadi pekerjaan rumah besar,” katanya.
“Dalam enam bulan terakhir kami dorong penyelesaiannya, alhamdulillah bisa dituntaskan, sehingga tahun ini kita bisa melanjutkan,” lanjutnya.
Appi menyebut, revitalisasi Lapangan Karebosi di Jalan Kartini, dan sebelah timur jalan Jenderal Sudirman akan rampung tahun 2026.
Setelah itu, Pemkot Makassar fokus merevitalisasi lapangan basket dan lapangan tenis yang berada sebelah barat Karebosi.
Salah satu rencana besar adalah menjadikan lapangan basket sebagai fasilitas indoor berstandar internasional.
Untuk itu, Pemkot Makassar menggandeng YOSS dalam pengelolaan Lapangan Karebosi, dengan pendekatan yang lebih modern dan profesional.
“Kalau ini sudah menjadi kesepakatan pemerintah, saya berharap yayasan juga bisa terlibat. Kita modernisasi sistem pengelolaan, sehingga aset ini punya nilai jual ekonomi dan manfaat sosial bagi warga,” pungkas Appi.
Appi Bukan Orang Baru urus Olahraga
Ilhamsyah Mattalatta menilai, apa yang dipaparkan Appi sejalan dengan semangat dan tujuan YOSS sejak awal berdiri, yakni menjaga keberlanjutan fasilitas olahraga peninggalan sejarah yang dibangun sejak era 1957.
“Apa yang tadi disampaikan sangat sejalan dengan keinginan kami. Sejak lama saya mencoba mengelola aset ini dengan segala keterbatasan, semata-mata untuk menjaga keberlanjutan,” ujarnya.
Ia menuturkan, mengelola sarana olahraga kerap menghadapi tantangan besar, termasuk keterbatasan sumber pembiayaan dan tekanan pasar.
Menurutnya, kondisi tersebut sudah dipahami betul oleh Wali Kota Makassar yang memiliki pengalaman panjang di dunia olahraga.
“Pak Wali bukan orang baru di olahraga. Beliau paham betul bagaimana kondisi objek-objek olahraga. Sering kali justru orang yang mengurus olahraga itu kesulitan mengelola asetnya,” tutur Andi Ilhamsyah.
Ia juga mengenang kondisi fasilitas olahraga di Makassar pada masa lalu yang sempat terbengkalai dan mengalami alih fungsi. Hal inilah yang menjadi salah satu latar belakang berdirinya YOSS. (Ril/Adv)
