19/10/2026

Majesty.co.id

News and Value

Kebakaran 4 Rumah di Sinjai Barat Tewaskan Perempuan 60 tahun

4 min read
Korban meninggal dunia diketahui Siming (60 tahun), seorang ibu rumah tangga yang tinggal seorang diri di rumah panggung yang diduga menjadi titik awal kebakaran.
Kondisi rumah terbakar di Desa Botolempangan, Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai pada Senin (19/10/2026). (Foto: Istimewa/HO)

Majesty.co.id, Sinjai — Kebakaran hebat menghanguskan empat rumah warga di Dusun Karampuang, Desa Botolempangan, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, pafa Senin (19/10/2026) dini hari.

Advertisement
Banner DPRD Sulsel

Kebakaran tersebut mengakibatkan seorang perempuan lanjut usia (lansia) berusia 60 tahun meninggal dunia, dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 725 juta.

Advertisement
Banner Palopo

Korban meninggal dunia diketahui Siming (60 tahun), seorang ibu rumah tangga yang tinggal seorang diri di rumah panggung yang diduga menjadi titik awal kebakaran.

Kasi Operasi (Ops) Damkar Sinjai, Yamin, menjelaskan kebakaran terjadi sekitar pukul 01.13 Wita. Warga yang berada di sekitar lokasi awalnya melihat kepulan asap dan kobaran api dari dalam rumah korban.

Melihat kejadian tersebut, warga berupaya memadamkan api secara mandiri sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran.

“Warga awalnya melihat kepulan asap dan kobaran api dari dalam rumah milik Ibu Siming. Mereka kemudian berupaya melakukan pemadaman sambil menghubungi petugas Damkar,” ujar Yamin, kepad Majesty.co.id Senin (19/10/2026) petang.

Namun, upaya pemadaman yang dilakukan warga mengalami kendala akibat keterbatasan pasokan air karena musim kemarau.

Sementara itu, api terus membesar hingga merembet ke tiga rumah lain yang berada di sekitar lokasi.

“Warga sempat berupaya memadamkan api secara mandiri, tetapi mengalami kendala karena keterbatasan air akibat musim kemarau. Pemadaman kemudian dilakukan secara maksimal setelah dua unit mobil Damkar tiba di lokasi,” jelasnya.

Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Meski demikian, kobaran api telanjur membesar sehingga empat rumah warga akhirnya hangus terbakar beserta isinya.

“Api dengan cepat membesar dan merembet ke tiga rumah lain yang berada di sekitar lokasi. Akibatnya, total ada empat rumah warga yang hangus terbakar beserta isinya,” ungkap Yamin.

Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu hubungan arus pendek atau korsleting listrik yang berasal dari rumah milik Siming. Namun, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Untuk penyebab sementara, kebakaran diduga akibat korsleting listrik yang berasal dari rumah milik Ibu Siming. Namun, penyebab pastinya masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Kebakaran tersebut juga merenggut nyawa Siming yang saat kejadian berada seorang diri di dalam rumahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui memiliki kondisi kesehatan yang kurang baik dan mengalami keterbatasan berjalan karena faktor usia.

Korban diduga tidak menyadari kebakaran saat api mulai membesar karena sedang tidur.

Kondisi kesehatannya juga diperkirakan membuat korban kesulitan menyelamatkan diri ketika api mulai melalap rumahnya.

“Korban diketahui tinggal seorang diri di rumahnya dan memiliki kondisi kesehatan yang kurang baik. Korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat api mulai membesar,” tutur Yamin.

Selain menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian materiil yang cukup besar bagi empat pemilik rumah.

Rumah pertama milik Siming merupakan rumah panggung yang terbakar habis bersama seluruh isinya. Satu unit sepeda motor juga ikut terbakar, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta.

Rumah kedua milik seorang anggota polisi kehutanan (Polhut), Muh. Suardi (57) berupa bangunan permanen dua lantai. Rumah tersebut hangus terbakar beserta isinya, termasuk dua unit sepeda motor. Kerugian ditaksir mencapai Rp 300 juta.

Sementara itu, rumah permanen milik Rauna (70) juga terbakar habis bersama isinya. Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp 75 juta.

Adapun rumah keempat milik seorang aparatur sipil negara (ASN), Harefing (56) turut hangus terbakar bersama isinya. Satu unit sepeda motor miliknya juga ikut terbakar, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp250 juta.

“Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran menghanguskan empat unit rumah beserta isinya dan sejumlah kendaraan bermotor. Total kerugian materiil dari keempat korban diperkirakan mencapai Rp 725 juta,” pungkasnya.


Penulis: Anca/Str

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.