19/05/2026

Majesty.co.id

News and Value

Dikerja Pagi Siang Malam, Proyek Pemprov Sulsel bikin Macet Jalan Makassar-Gowa

3 min read
Jalan Aroepala penghubung ke arah Gowa ini digarap kontraktor Pemprov Sulsel pada pagi, siang hingga malam. Padahal, ruas tersebut punya kepadatan lalu lintas cukup tinggi.
Kondisi kemacetan lalu lintas kendaraan akibat pengerjaan proyek Jalan Aroepala di Kota Makassar, Senin (18/5/2026). (Foto: Majesty.co.id/Arya)

Majesty.co.id, Makassar – Sudah 4 hari kemacetan lalu lintas terjadi jalan Letjen Hertasning menuju Jalan Aroepala, Rappocini Kota Makassar. Pemandangan itu terlihat lagi pada Senin (18/5/2026).

Sebabnya adalah pengerjaan proyek preservasi jalan milik Pemprov Sulsel. Pantauan Majesty, perbaikan jalan rusak ini sudah berlangsung empat hari atau sejak Kamis (14/5/2026).

Advertisement
Berita DPRD Sulsel

Jalan rusak parah itu dibeton mulai dari pasar Aroepala hingga jembatan batas Gowa-Makassar.

Kemacetan lalu lintas di sekitar proyek perbaikan Jalan Aroepala pada Senin (18/5/2026). Kondisi ini sudah berlangsung 4 hari. (Foto: Majesty.co.id/Arya)

Pengendara roda empat maupun sepeda motor hanya melalui jalan selebar 1 meter lebih. Akibatnya, banyak kendaraan terjebak macet hingga 1 kilometer lebih.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Macet kendaraan bukan cuma dari arah Makassar ke Gowa, namun juga sebaliknya. Pemandangan itu terlihat pada malam dan pagi tadi. Lihat saja Google Maps terkini.

Dari arah Gowa, pembuatan drainase di dekat Rumah Sakit Primaya menutup setengah badan jalan. Kemacetan terjadi karena proyek itu dikerja pagi hingga sore hari.


Kemacetan lalu lintas kendaraan akibat proyek drainase di Jalan Aroepala dari arah Gowa, Senin (18/5/2026). (Foto: Majesty.co.id/Arya)

Tidak sedikit pengguna jalan menyoroti perbaikan jalan Aroepala yang memicu macet panjang.

Musababnya, jalan penghubung ke arah Gowa ini digarap pada pagi, siang hingga malam. Padahal, ruas tersebut punya kepadatan lalu lintas cukup tinggi.

“Sudah berapa hari begini. Macet terus, siang-malam dikerja ini jalan. Baru yang belum dikerja sempit sekali,” ujar Nina, karyawan swasta yang tiap malam melewati jalan Aroepala, Senin.

Dalam kondisi macet itu, Pemprov Sulsel melalui pihak terkait tidak melakukan rekayasa lalu lintas.

Petugas Dinas Perhubungan ataupun polisi lalu lintas juga tidak terlihat di lokasi untuk mengurai macet.


Kemacetan lalu lintas kendaraan di Jalan Tun Abdul Razak, Gowa, akibat pengerjaan Jalan Aroepala. (Foto: Majesty.co.id/Arya)

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel Andi Ihsan menyebut proyek jalan rusak di Aroepala dikebut pagi, siang hingga malam karena alasan deviasi minus.

“Dikebut karena kalau tidak dikebut, nanti deviasi minus, merugikan semua pihak,” kata Andi Ihsan dalam keterangan tertulis kepada Majesty.co.id, Minggu (17/5/2026).

Deviasi minus merujuk pada proyek yang lebih lambat dari tenggat waktu. Itulah terjadi pada konstruksi Jalan Aroepala.

Soal kemacetan lalu linta, Andi Ihsan mengaku pihaknya bakal berkoordinasi dengan kontraktor yang mengerjakan jalan tersebut.

“Nanti dikomunikasikan bagaimana supaya lebih ringan macet,” imbuh Andi Ihsan. Ia tak menjawab apakah semua proyek presevasi jalan Pemprov Sulsel dikebut siang-malam.

Diketahui, proyek preservasi jalan Hertasning-Aroepala masuk dalam paket 1 proyek Multiyears Contract 2026-2027 meliputi 4 daerah dan dibiayai APBD Sulsel.

Proyek Paket 1 Preservasi Jalan Sulsel digarap oleh PT. Permata Maju Jaya bersama konsorsium dengan anggaran sejumlah Rp430 miliar.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.