Bayi 2 bulan Meninggal di RSUD Gowa Diduga Lambat Dirujuk, Direksi Klaim SOP
3 min read
IGD RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. (Foto: Google Local Guide)
Majesty.co.id, Gowa — Viral di media sosial seorang bayi berumur dua bulan inisial MA meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) diduga akibat kelalaian pelayanan petugas medis.
Bayi tersebut meninggal di Unit Gawat Darurat RSUD Syekh Yusuf Gowa, pada Sabtu (14/6/2026) dini hari usai menunggu rujukan
Orang tua korban menduga anaknya itu meninggal akibat lambatnya penanganan serta buruknya pelayanan RSUD Syekh Yusuf Gowa.
Kronologi Bayi Meninggal
Menurut keterangan pihak keluarga, tragedi memilukan ini bermula saat bayi MA mengalami demam tinggi selama tiga hari berturut-turut.
Pada hari pertama dan kedua, orang tua korban telah berupaya membawa bayinya ke Puskesmas Barombong, Gowa.
Meski sempat dilakukan pengambilan sampel darah pada hari kedua, pihak puskesmas tidak memberikan hasil laboratorium kepada keluarga.
Melihat kondisi bayinya yang tak kunjung membaik, pihak keluarga kembali mendatangi puskesmas pada hari ketiga.
Saat itulah petugas puskesmas angkat tangan dan menyarankan agar korban segera dilarikan ke rumah sakit yang lebih besar.
Ketika di RSUD Syekh Yusuf Gowa, kondisi bayi itu tidak menunjukkan hasil yang signifikan.
Justru keluarga korban merasa kecewa dari rangkaian pelayanan yang ditunjukkan dari pihak rumah sakit.
Mulai dari pemasangan infus pada bayi itu yang diduga tidak terpasang secara efektif. Akibatnya, cairan infus merembes keluar disertai keluarnya darah dari tangan korban.
Pihak keluarga mengaku sudah berulang kali melaporkan bahwa kondisi korban mulai sesak napas. Namun, dokter yang memeriksa justru mengabaikan laporan tersebut dan menyatakan kondisi fisik bayi normal.
Karena kondisi bayi tak kunjung membaik. Dokter menyatakan tidak mampu menangani korban dan memutuskan untuk merujuk ke rumah sakit lain di Makassar.
“Hingga proses rujukan juga dinilai terlalu berbelit-belit, pihak RS meminta keluarga menunggu hingga pukul 01.00 WITA dini hari dengan alasan tanda tangan administrasi,” tulis keterangan pihak keluarga, Sabtu (13/6/2026).
Menanti dalam Ketidakpastian di Ruang UGD
Hingga pukul 03.00 WITA subuh, proses rujukan tak kunjung terealisasi hingga akhirnya bayi tersebut dinyatakan meninggal dunia.
Tanggapan Pihak Rumah Sakit
Menanggapi peristiwa tersebut, Direktur Utama RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, Gaffar T. Karim, mengatakan petugas saat itu sudah menjalankan standar operasional prosedur atau SOP sebagaimana mestinya.
“Bukan kelalaian pasang infus. Memang karena penyakit yang berat yang sudah diderita anak sejak masuk, sakit kuning demam dan sesak, semua penanganan dan tindakan sudah diberikan dan sesuai sudah sesuai standar operasional prosedur,” ujarnya kepada Majesty, Minggu (14/6/2026).
Begitupun dengan proses rujukan yang dinilai pihak keluarga korban berbelit-belit. Kata dia, pihak rumah sakit sudah menjalankan sesuai dengan SOP.
“Terkait proses rujukannya yang dianggap berbelit, Sisrute sistem yang ada dari Kemenkes, tahapan dan progres tanggapan terekam dengan jelas di aplikasi,” kata Gaffar.
Menurutnya, rujukan tersebut sudah divalidasi dan ditanggapi sesuai SOP yang ada.
“Petugas mem-backup dengan komunikasi via Whatsap mengirim dokumen kondisi pasien ke rumah sakit rujukan,” katanya.
“Sambil menunggu rujukan Petugas melakukan resusitasi sesuai prosedur kondisi pasien pada saat itu,” tandas Gaffar.
Penulis: Suedi
