14/09/2026

Majesty.co.id

News and Value

Ibas Turun ke Wotu Lutim dengar Berbagai Aspirasi Warga

3 min read
Warga Wotu meminta kepada Ibas menambah dan memperbaiki lampu penerangan di sejumlah ruas jalan desa.
Bupati Luwu Timur, Sulsel, Irwan Bachri Syam alias Ibas saat berdialog warga di Wotu. (Foto: Warta Lutim)

Majesty.co.id, Luwu Timur — Bupati Luwu Timur, Sulsel, Irwan Bachri Syam alias Ibas turun langsung menemui warga Kecamatan Wotu untuk mendengarkan berbagai persoalan yang mereka hadapi, Sabtu malam (12/9/2026).

Dialog berlangsung sekitar tiga jam itu digelar di salah satu rumah warga di Desa Arolipu. Ibas didampingi sejumlah pejabat serta kepala desadi Wotu.

Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari penerangan jalan, infrastruktur desa, penanganan sampah, rumah tidak layak huni, hingga insentif bagi perangkat desa dan keagamaan.

Warga Wotu meminta kepada Ibas menambah dan memperbaiki lampu penerangan di sejumlah ruas jalan desa.

Mereka juga mengusulkan bantuan perbaikan rumah warga yang kondisinya sudah tidak layak huni.

Menanggapi hal itu, Ibas mengatakan pemerintah daerah akan menangani berbagai kebutuhan tersebut secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan anggaran.

Terkait persoalan sampah, Ibas meminta pemerintah desa dan masyarakat ikut mengambil peran dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, penanganan sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah. Edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan.

“Persoalan sampah di sini ada Pak Kadis DLH. Tentunya kita juga penting untuk lebih proaktif mengedukasi warga, utamanya kepala desa untuk terus mengingatkan warganya,” pesan Bupati.

“Kesadaran kita terhadap lingkungan yang sehat perlu disampaikan secara masif kepada warga. Tentunya kita saling mengingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan,” tambahnya.

Untuk kebutuhan penerangan dan infrastruktur, Irwan mengatakan pemerintah saat ini masih memprioritaskan pembenahan jalan poros.

Sementara kebutuhan pembangunan dan perbaikan jalan desa akan diupayakan melalui penganggaran berikutnya.

“Yang saat ini diprioritaskan adalah lampu jalan di jalan poros dulu. Soal jalan desa tetap kita usahakan penganggarannya pada tahun berikutnya. Ini penting karena kita benahi satu per satu terlebih dahulu,” jelasnya.

Untuk rumah warga yang masuk kategori tidak layak huni, Irwan meminta pemerintah desa segera melaporkannya kepada Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Perkimtan) Luwu Timur agar dapat ditindaklanjuti melalui program bedah rumah.

“Segera buaat laporannya ke Dinas Perkimtan untuk dibuatkan bedah rumah,” pintanya.

Ibas mengatakan dialog langsung dengan masyarakat merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mendekatkan pelayanan kepada warga.

Menurutnya, pola tersebut memungkinkan masyarakat menyampaikan persoalan secara langsung tanpa harus selalu datang ke Malili.

“Ini kita permudah masyarakat. Kita yang menjemput apa yang menjadi persoalan. Termasuk infrastruktur, jalan di Wotu kita usahakan tidak ada lagi yang tidak diaspal,” tegas Ibas.

Ia mengatakan setiap aspirasi yang disampaikan akan dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah.

Dialog tersebut sekaligus menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk memetakan kebutuhan masyarakat Wotu, termasuk memilah persoalan yang dapat segera ditangani dan kebutuhan yang membutuhkan proses penganggaran.

Pemerintah daerah selanjutnya akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan perangkat daerah terkait untuk menindaklanjuti aspirasi warga secara bertahap.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.