Kemenag Sulsel Siapkan 492 Masjid Ramah Pemudik, bakal Disediakan Makan-Minum
3 min read
Ilustrasi. Salah satu masjid di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, yang kerap disinggahi pelancong. (Foto: Majesty.co.id/Arya Wicaksana)
Majesty.co.id, Makassar – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Ali Yafid, memaparkan kesiapan instansinya dalam menghadapi arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
Salah satu program unggulan yang disiapkan Kemenag Sulsel adalah “Masjid Ramah Pemudik” yang tersebar di jalur-jalur utama Sulawesi Selatan.
Hal tersebut disampaikan Ali Yafid saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat-2026 yang dibuka oleh Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, di Hotel Harper Makassar, Kamis (5/3/2026).
Ali Yafid menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan memaksimalkan fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai tempat istirahat yang nyaman bagi para musafir selama masa libur lebaran yang diprediksi berlangsung cukup lama.
“Sebagaimana kebijakan Anregurutta Menteri, Kementerian Agama sudah mempersiapkan program layanan untuk mengantisipasi situasi seputar libur Lebaran kali ini, diantaranya dengan memaksimalkan penggunaan masjid sebagai tempat beristrahat para pemudik. Selain tempat beristrahat, sekaligus memberikan layanan kepada para musyafir,” kata Ali Yafid dalam keterangan tertulis.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 492 masjid di Sulawesi Selatan telah menyatakan kesiapan untuk memberikan layanan 24 jam bagi pemudik.
Fasilitas yang disediakan mencakup pengamanan area parkir, kebersihan toilet, tempat pengisian daya gawai (charger), hingga penyediaan air minum dan makanan ringan.
“Dari data Kementerian Agama Sulsel saat ini, sudah ada 492 masjid yang siap melayani para pemudik, kami juga sudah sampaikan agar lokasi yang sudah ditunjuk agar membuat spanduk atau plakat/petunjuk adanya Masjid ramah pemudik,” kata Ali Yafid.
“Ini menjadi lahan amal yang sangat bagus. Ini juga berlaku tidak hanya saat mudik, tapi juga pada arus balik,” sambungnya.
Selain masjid, Kemenag Sulsel juga menyiagakan fasilitas kantor seperti Madrasah dan Kantor Urusan Agama (KUA) yang berada di jalur lintasan pemudik untuk turut memberikan pelayanan informasi dan tempat beristirahat sejenak.
Terkait penentuan waktu Idulfitri, Ali Yafid menginformasikan adanya potensi perbedaan tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026 berdasarkan pemantauan sementara BMKG dan Badan Hisab Rukyat Sulsel.
Namun, ia menekankan agar masyarakat menunggu hasil resmi Sidang Isbat pada 19 Maret mendatang.
“Saya yakin, umat kita sudah sangat dewasa menyikapi adanya perbedaan, karena yang lebih utama adalah Ukhuwah atau rasa persaudaraannya, dan koordinasi lintas sektor ini menjadi kunci agar pelayanan masyarakat selama mudik dan perayaan keagamaan berjalan aman, tertib, dan nyaman, utamanya di Sulawesi Selatan,” pungkas Ali Yafid.
Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh unsur Pemerintah Provinsi Sulsel, Pangdam XIV Hasanuddin, Forkopimda, serta para Kapolres sejajaran Polda Sulsel guna memastikan sinergi pengamanan Hari Raya Idulfitri 1447 H berjalan optimal.
