Syahar minta NU Ikut Wujudkan Sidrap Religius
3 min read
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif (kedua kanan) pada pembukaan Konfercab NU. (Foto: Istimewa)
Majesty.co.id, Sidrap — Konferensi Cabang (Konfercab) V Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sidenreng Rappang resmi digelar pada 1–2 November 2025 di Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqaa, Benteng.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kader NU Sidrap untuk memperkuat kebersamaan serta merumuskan arah dan strategi organisasi ke depan.
Ketua Panitia Konfercab, Ismail Massa, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, termasuk Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif.
“Alhamdulillah, kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik berkat dukungan banyak pihak. Kami juga menyampaikan penghargaan kepada pendiri Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqaa, AG KH Abd Muin Yusuf, yang juga merupakan salah satu pendiri Nahdlatul Ulama di Sidrap,” ujar Ismail.
Ismail menjelaskan, Konfercab V NU Sidrap diikuti 55 peserta dari Majelis Wakil Cabang (MWC) serta tiga perwakilan dari masing-masing ranting di 106 ranting se-Kabupaten Sidrap, dengan total peserta mencapai sekitar 500 orang.
“Termasuk tamu dan undangan, jumlah yang hadir hari ini berkisar 700 hingga 800 orang. Ini adalah momen bersejarah karena baru kali ini Konfercab di Sidrap dihadiri sebanyak ini,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa Konfercab bukan sekadar forum memilih pemimpin, tetapi juga wadah melahirkan gagasan strategis dan program nyata bagi umat.
Sementara itu, Ketua PCNU Sidrap, Muh. Yusuf, menyampaikan apresiasi atas kerja keras panitia dan soliditas seluruh pengurus.
“Kerja tim yang solid membuat kegiatan ini luar biasa. Saya berterima kasih kepada semua sahabat dan donatur, terutama jamaah yang terus mendukung lewat program Koin NU. Bantuan ini murni dari umat untuk umat,” ungkapnya.
Yusuf juga melaporkan sejumlah capaian PCNU Sidrap selama masa kepengurusannya, di antaranya empat unit mobil layanan umat (ambulans), tanah wakaf untuk pembangunan kantor PCNU dan Istana Ahlul Qur’an, serta pembentukan 106 ranting NU di seluruh desa di Sidrap.
“Alhamdulillah, semua ranting sudah terbentuk. Bahkan, baru-baru ini kami melantik pengurus MWC tingkat kecamatan. Ini menunjukkan semangat kebangkitan NU di Sidrap semakin kuat,” ujarnya.
Dalam suasana penuh keakraban, Muh. Yusuf menekankan pentingnya kolaborasi antar ormas Islam.
“Kami ini adik dari Muhammadiyah, jadi kami harus selalu bersinergi. Kalau Muhammadiyah punya rumah sakit, NU menyiapkan pasiennya; kalau Muhammadiyah punya kampus, NU menyiapkan mahasiswanya,” katanya, disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif alias Syahar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Konfercab V NU Sidrap dan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan keagamaan.
“Kalau bukan karena keikhlasan dan ketulusan untuk mendukung NU serta pesantren-pesantren di Sidrap, mungkin saya tidak akan hadir. Tapi karena cinta dan komitmen, saya datang walau dengan waktu istirahat terbatas,” ucapnya yang disambut aplaus hadirin.
Syahar memaparkan sejumlah capaian pemerintahan selama delapan bulan masa kepemimpinannya, antara lain pertumbuhan ekonomi tinggi, angka kemiskinan terendah di Sulsel dan penghargaan sebagai kabupaten dengan PDRB tertinggi di provinsi tersebut.
“Semua ini berkat kekompakan antara ulama dan umara. Kalau keduanya bersatu, maka keberkahan akan turun,” tegasnya.
Syahar juga mengajak seluruh organisasi Islam — termasuk NU, Muhammadiyah, dan Wahdah Islamiyah — untuk bersama mendukung program “Sidrap Berkah”, yang mendorong masyarakat memperkuat nilai-nilai religius dan membiasakan salat berjamaah di masjid.
“Insyaallah, dengan dukungan para ulama, kita wujudkan masyarakat Sidrap yang religius, berakhlak, dan sejahtera,” tutupnya.
Sebagai penutup, panitia meluncurkan Kalender NU Tahun 2026 dan menyerahkan paket bantuan sosial kepada pengurus masjid sebagai bentuk kepedulian sosial organisasi.
Konfercab ke-V NU Sidrap menjadi tonggak penting kebangkitan NU di Bumi Nene Mallomo — memperkuat ukhuwah Islamiyah, meneguhkan peran sosial keagamaan, serta mempererat sinergi antara NU dan pemerintah daerah menuju Sidrap yang lebih religius dan berkah. (Ril/Adv)
